Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Jumat, Januari 13, 2017

SUKSES ADALAH PERINTAH TUHAN



    Saya pernah terlambat, itu saya akui. Anda, apakah pernah terlambat? Kalau saya pernah terlambat, tapi ada teman saya yang sering terlambat, dan ada teman saya yang sudah sangat sering terlambat, bahkan terlambat saat penting sekalipun. Memang namanya terlambat itu hal yang bagi seseorang adalah manusiawi, tapi harus bisa kita garis bawahi adalah ketika kita melakukan berulang-ulang atau bahkan sering, hal ini kayaknya ada sesuatu yang salah dan waspadalah ke depannya. Pasti ada yang something wrong dalam dirinya.

     Tepat waktu atau salah waktu adalah hal yang berhubungan dengan kebiasaan yang kita tanamkan dalam akal sehat kita. Begitu juga menurut saya tentang hal yang sukses dan tidaknya kita, itu merupakan atas sebuah kebiasaan yang kita tanamkan. Kebiasaan menurut Sosiologi adalah perilaku seseorang yang dilakukan secara berulang-ulang, sehingga hal itu menjadi sebuah tindakan yang dijadikan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan untuk berbuat sesuatu.

    Orang sukses adalah orang yang terbiasa melakukan tindakan-tindakan biasa tentunya hal yang positif menuju kesuksesan, sedangkan orang gagal melakukan hal negatif dalam kehidupan sehariannya. Orang yang sering terlambat dia tidak menghargai waktu. Sedangkan orang yang tidak suka menghargai waktu adalah orang yang juga tidak menghargai dirinya. Sebenarnya gagal dan sukses itu adalah satu paket yang sejalan.

Sukses adalah Perintah Tuhan

Sebagai manusia, kita dianugerahi Tuhan “semua kelebihan dan perlengkapan” yang sudah tersedia di dalam diri kita masing-masing, semua yang kita butuhkan, semua yang kita perlukan sudah disediakan kepada kita. Seharusnya tidak ada manusia yang miskin di dunia ini seharusnya manusia bisa makmur di dunia ini. Namun, apakah kita sudah bertanggung jawab atas yang ada di muka bumi ini, memperlakukan dan menguasai SDA dengan sebaik mungkin. Karena jenjang dan tingkat martabat manusia itu adalah 1)manusia miskin hina, 2) manusia kaya hina, 3) manusia miskin mulia dan 3) manusia kaya mulia.

Sumber: The Miracle of Pride (Valentinus Dwi Riyanto, 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot