Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, September 01, 2018

Latar Belakang Pemanfaatan Modal Sosial Masyakat Danau Toba


1.1. Latarbelakang Masalah

S
ektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan potensial bagi Indonesia yang memiliki potensi wilayah yang luas dengan daya tarik wisata yang cukup besar. Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu penunjang perekonomian yang memilki prospek yang cerah, tetapi hingga dewasa ini belum memperlihatkan peranan yang sesuai dengan harapan dalam proses pembangunan di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata telah menargetkan 10 juta wisatawan asing masuk ke Indonesia pada tahun 2015. Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian Pariwisata telah melakukan berbagai upaya salah satunya promosi pariwisata dengan mengusung tema “Indonesia Wonderful”.
Untuk mencapai target tersebut diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, salah satunya adalah pemerintah daerah. Sesuai dengan UU No. 33 Tahun 2004 Pemerintah Daerah diberikan kewenangan yang lebih luas untuk menggali, mengelola dan mengembangkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki daerah dalam rangka menopang pembangunan di daerah salah satunya sektor pariwsata.
Kota Parapat dan Kabupaten Samosir merupakan salah satu daerah yang telah ditetapkan menjadi destinasi wisata di Sumatera Utara. Potensi pariwisata di Kota Parapat dan Kabupaten Samosir sangat besar sehingga sangat pantas untuk ditetapkan menjadi destinasi pariwisata. Pengembangan pariwisata di Kota Parapat dan Kabupaten Samosir mempunyai peranan penting dalam pembangunan karena di samping sebagai penggerak perekonomian dan salah satu sumber pendapatan pemerintah melalui retribusi juga sebagai penyerap tenaga kerja.
Dalam rangka meningkatkan jumlah wisatawan Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah pusat, provinsi maupun daerah untuk mempromosikan pariwisata di Kota Parapat dan Kabupaten Samosir. Salah satunya melalui ajang Festival Danau Toba (dulu disebut Pesta Danau Toba) yang digelar setiap tahun secara bergilir. Sebagai daerah yang berada di sekitar Danau Toba, Kota Parapat dan Kabupaten Samosir dianggap menjadi titik sentral dari objek wisata Danau Toba.
Keindahan Danau Toba 

Berdasarkan laporan yang dimuat di beberapa media, dapat diketahui bahwa pada tahun 2013 jumlah dana yang digelontorkan untuk mensukseskan pagelaran Festival Danau Toba yang dipusatkan di Kabupaten Samosir sebanyak 27 miliyar rupiah. Dana tersebut bersumber dari APBN melalui Kementerian Pariwisata sebanyak 3,5 miliar, APBD provinsi Sumatera Utara Rp 3 miliar, APBD Kabupaten Samosir 2 miliar dan sisanya diberikan oleh sponsor (www.antaranews.com). Jumlah tersebut tergolong cukup besar. Akan tetapi, program-program promosi pariwisata yang telah dilakukan selama ini ternyata tidak maksimal dalam mengdongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba, Kota Parapat dan Kabupaten Samosir khususnya.
Keberhasilan pengembangan wisata di suatu daerah memerlukan adanya keseimbangan antara aspek lingkungan, ekonomi dan sosial budaya sehingga terbentuk suatu wisata berkelanjutan Untuk mengembangkan pariwisata di Kota Parapat dan Kabupaten Samosir dibutuhkan beberapa aspek yang saling terkait dalam rangka mendukung program Kota Parapat dan Kabupaten Samosir menjadi destinasi wisata dunia. Kesuksesan pembangunan pariwisata tidak hanya ditopang oleh aspek fisik seperti keindahan alam dan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai tetapi harus didukung juga dari aspek sosial dan budaya. Banyak daerah wisata di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang memukau tetapi memiliki pengunjung yang sedikit.
Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, secara sosiologis dibutuhkan modal sosial (social capital) seluruh pemangku kepentingan. Modal sosial ini diharapkan akan meningkatkan rasa saling percaya (mutual trust) baik secara internal sesama pemangku kepentingan sektor wisata maupun secara eksternal terhadap turis yang datang. Bila turis memiliki rasa saling percaya dengan pemangku kepentingan pengelola wisata di kawasan ini, maka para wisatawan akan merasa nyaman dalam menghabiskan masa libur mereka.
Modal sosial merupakan sumberdaya sosial yang dipandang sebagai investasi untuk mendapatkan sumberdaya baru dalam masyarakat. Oleh karena itu, modal sosial diyakini sebagai salah satu komponen utama dalam mengembangan pariwisata karena dalam modal sosial terkandung nilai-nilai kebersamaan, mobilitas ide, saling kepercayaan dan saling menguntungkan untuk mencapai kemajuan bersama. Dengan adanya rasa saling percaya, toleransi, dan kerjasama yang baik masyarakat dapat membangun jaringan dengan para pelaku wisata. Salah satu modal sosial yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan dan keberlanjutan suatu pengembangan wisata alam adalah adanya jaringan sosial yang terjalin antar-stakeholder yang terlibat.
Pentingnya modal sosial dalam pariwisata telah memunculkan paradigma baru dalam pengembangan pariwisata yakni paradigma berkualitas, berkelanjutan dan berkerakyatan yang di dalamnya menuntut adanya modal sosial. Berangkat dari pendapat bahwa modal sosial memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata maka penelitian ini mencoba melihat bagaimana pemanfaatan modal sosial dalam pengembangan pariwisata di Kota Parapat.


            Dari latar belakang di atas maka rumusan masalah penelitian ialah bagaimana pemanfaatan modal sosial dalam pengembangan pariwisata di Kota Parapat dan Kabupaten Samosir ?
1.3. Pembatasan Masalah
            Supaya permasalahan penelitian tidak meluas terutama dikarenakan kompleksitas teori dan data di lapangan, maka peneliti membatasi permasalahan penelitian yakni masalah difokuskan pada pemanfaatan jaringan atau kerjasama dan nilai-nilai budaya sebagai modal sosial dalam pengembangan pariwisata di Kota Parapat dan Kabupaten Samosir. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan modal sosial dalam pengembangan pariwisata di Kota Parapat dan Kabupaten Samosir.
Sehubungan dengan tujuan yang akan dicapai, maka hasil penelitian yang akan dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu:
 Bagi pemerintah Kota Parapat dan Kabupaten Samosir, sebagai bahan pertimbangan dalam proses perencanaan dan pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat dan potensi lokal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagi masyarakat diharapkan dapat memberikan inspirasi terkait pemanfaatan potensi lokal wilayahnya. Bagi pelaku bisnis dan investor yang mempunyai usaha dalam bidang pariwisata, sebagai bahan masukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan. Bagi pengembangan ilmu pengetahuan dapat menambah wawasan mengenai peran modal sosial terhadap pengembangan pariwisata.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot