25 Jan 2020

METODE PENELITIAN KUANTITATIF: KOHESI SOSIAL, ETOS KERJA, DAN SOSIAL EKONOMI



Menurut Maleong (2012) agar mencapai tujuan penelitian maka dipergunakan sebuah metode. Agar peneliti dapat mencapai tujuan penelitian ini maka metode yang digunakan adalah metode penelitian asosiatif dengan menggunakan analisa data kuantitatif, di mana metode asosiatif menurut Sugiyono (2015:1) adalah untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis eksplanasi yang bertujuan menggambarkan suatu generalisasi atau menjelaskan hubungan antarvariabel dengan variabel yang lain. Oleh karena itu, penelitian ekplanasi menggunakan hipotesis. Penelitian denga format eksplanasi ini dilakukan melalui survei. Eksplanasi survei berbeda dengan derkriptif survei. Eksplanasi survei menggunakan hipotesis, sedangkan deskriptif survei tidak menggunakan hipotesis. Penelitian survei ini menggunakan analisis data bersifat statisktik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah dirancang dengan menggunakan aplikasi SPSS (Sugiyono, 2014). Penelitian ini didasari falsafah positivisme yaitu ilmu valid, ilmu yang dibangun empiris, teramati, terukur,menggunakan logika matematika dan membuat generalisasi (Wirartha, 2005:140).



Menurut Sugiyono (2015:90) populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik suatu kesimpulan. Populasi penelitian merupakan seluruh elemen atau unsur yang akan diamati atau diteliti.

Berdasarkan pengertian di atas maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat petani Desa Sionom Hudon Tonga Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan yang terdiri dari 6 dusun dengan jumlah penduduk 206 KK.


Menurut Sugiyono (2014), sampel adalah bagian dari jumlah dan dengan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel tersebut merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti yang memilki karakteristik sama dengan populasi.       
       
Adapun teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan systematical sampling dengan proses pemilihan sacara sistematis. Alasan menggunakan metode ini karena populasi yang seragam. Sampling sistematis adalah teknik sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut (Sugiyono, 2014:154-155).Anggota populasi terdiri dari 206 KK. Dari semua anggota tersebut diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai nomor 206.
populasi dalam penelitian ini adalah sebesar 206 KK
Peneliti menggunkan ukuran sampel (n) sebesar 30 % dari 206 petani di desa Sionom Hudon Tonga.

kemudian peneliti menyusun kerangka sampel dengan menentukan interval sampling atau K. Jika N= 206 dan ukuran sampel n = 61, 8, dibulatkan menjadi 62 orang. K = 206 : 62; sehingga K= 5 rasio 


Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai cara dan dari berbagai sumber. Fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dapat dijadikan sumber data oleh peneliti, sumber data tersebut dicari dengan cara, yaitu:

Data primer

Menurut Supardi (2013), data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer disebut juga data asli atau data yang baru. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada sampel yang telah dipilih pada populasi petani di Sionom Hudon Tonga. Data baru tersebut, ditemukan melalui kuesioner (angket).


Creswell (2002) mengatakan kuesioner adalah teknik pengumpulan data di mana responden mengisi daftar pertanyaan atau pernyataan kemudian setelah diisi dengan lengkap mengembalikan kepada peneliti. Pertanyaan tertulis yang dipergunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui (Wirartha, 2004). Pengumpulan data, di mana partisipan atau responden, yang terkait dengan perasaan, pemikirn, sikap, kepercayaan, nilai, persepsi, kepribadian, dll (Johnson & Cristensen 2004).  Adapun menjadi pertimbangan peneliti dalam menyusun kuesioner adalah isi dan tujuan pertanyaan, bahasa yang digunakan agar mudah dimengerti masyarakat, tipe dan bentuk pertanyaan, pertanyaan tidak mendua, pertanyaan tidak mengiring dan penampilan fisik angket.

Data Sekunder

Supardi (2013) mendefinisikan data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada. Data itu biasanya diperoleh dari perpustakaan  atau dari laporan-laporan/ dokumen peneliti yang terdahulu. Data sekunder disebut juga data tersedia. Adapun data sekunder dalam penelitian ini adalah data mengenai literatur-iteratur maupun informasi yang menunjang lainnya seperti budaya kerja, etos kerja dan kehesi sosial.


Untuk meningkatkan validitas hasil pengamatan, peneliti memerlukan beberapa alat bantu penelitian antara lain: kamera, digunakan untuk  membantu pengamatan dalam rekaman kejadian dalam bentuk foto/gambar. Selain kamera peneliti juga membutuhkan alat perekam, catatan dan alat tulis yang berguna untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik.


Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2014). Instrumen penelitian digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Instrumen penelitian digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat, maka setip instrumen mempunyai skala pengukuran.

Peneliti sosial biasanya menggunakan instrumen penelitian yang sering disusun sendiri. Tolok ukurnya adalah dengan mendefenisikan variabel-variabel yang ada. Defenisi operasional adalah bagaimana suatu variabel dalam peneltian tersebut dijelaskan secara operasional dan kemudian dapat diukur, yang kemudian dari situ akan dihasilkan indikator menjadi pertanyaan atau pernyataan. 


Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Skala pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator tersebut dijadikan sebagai indikator variabel. Indikator tersebut dijadikan titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Proses pengukuran sebagai berikut:

Untuk pengisian kuesioner variabel etos kerja dan kohesi sosial, responden diminta untuk menjawab antara pilihan: sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), kurang setuju (CS), setuju (S) dan sangat setuju (SS) dan pernyataan sangat tidak sesuai, tidak sesuai, ragu-ragu, sesuai, dan sangat sesuai. Sedangkan, untuk variabel sosial ekonomi responden diminta untuk mengisisi data yang sesuai dengan kondisi sosial yang ada pada rumah tangganya sendiri.

Untuk analisis kuantitatif maka jawaban variabel etos kerja dan kohesi sosial tersebut diberi nilai (scoring). Untuk jawaban sangat setuju sangat setuju dan sangat sesuai diberikan nilai 5 dan seterusnya menurun sampai jawaban sangat tidak setuju  (STS)  dan sangat tidak sesuai diberikan skor 5 (lima). Skala ordinal dalam variabel etos kerja dan kohesi sosial, dan data yang bersifat interval dalam variabel sosial ekonomi menggunakan uji eta. (dalam Silalahi, 2015).

 Bobot Nilai Jawaban Responden





pertanyaan
atau
pernyataan
Jawaban
Nilai
Skor
Kategori
Sangat tidak setuju
Sangat tidak sesuai
5
5
Rendah sekali
Tidak setuju
Tidak Sesuai
4
4
Rendah
Kurang setuju
Ragu-ragu
3
3
Sedang
Setuju
Sesuai
2
2
Tinggi
Sangat setuju
Sangat sesuai
1
1
Tinggi sekali

Selanjutnya untuk menentukan jawaban responden termasuk kategori tinggi sekali, tinggi, sedang, rendah dan rendah sekali dicari dengan cara membagi total skor jawaban yang diperoleh dari setiap responden untuk masing-masin variabel.

Keuntungan penggunaan format skala Likert ini adalah bahwa memungkinkan responden membedakan jawaban mereka diantara yang tak mungkin dijawab dengan bentuk pikiran ganda sehingga dapat lebih jelas menyatakan derajat pendapat mereka atas pelayanan yang mereka terima, lebih dari hanya sekedar terbatas pada jawaban ya dan tidak (Sugiyono, 2012).


Untuk memperoleh penemuan-penemuan dan kesimpulan dalam penelitian ini semua data dan informasi yang telah dikumpulkan diolah sedemikian rupa dengan menggunakan analisa-analisa deskriptif dan memanfaatkan software SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 23. Di mana pengelompokannya sesuai dengan kebutuhan penelitian sesuai dengan kebutuhan yakni dampak etos kerja dan  kohesi sosial terhadap kondisi sosial ekonomi. Adapun pengolahan data tersebut dilakukan dengan cara. Pertama, memberikan penilaian melalui kode-kode yang telah ditentukan untuk setiap jawaban yang ada pada semua kuesioner (pengkodingan). Kedua, jawaban-jawaban yang sudah dikoding tersebut dimasukkan (entry data) ke dalam SPSS. Ketiga, setelah semua data masuk ke dalam SPSS kemudian dianalis. Untuk menganalisis data penelitiaan ini peneliti menggunakan korelasi ganda.

Korelasi ganda (multiple correlation) merupakan angka yang menunjukkan angka yang menunjukkan arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel independen secara bersama-sama atau lebih dengan satu variabel dependen. Simbol korelasi ganda adalah R. korelasi ganda (R) untuk dua variabel independen dan satu dependen. Rumus korelasi ganda dua variabel X dan satu variabel Y adalah:

Batasan Masalah

Melihat banyaknya masalah yang muncul, agar masalah tersebut terarah maka perlu diadakan pembatasan masalah. Pembatasan masalah dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu, dana, tenaga, alat yang diperlukan. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah uraian tentang keterbatasan dan hambatan yang ditemui dalam penelitian sendiri. Keterbatasan ini disebabkan oleh kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh peneliti untuk melakukan kegiatan penelitian ilmiah. Walaupun terdapat berbagai keterbatasn penelitian, peneliti tetap berusaha semaksimal mungkin dalam mengumpulkan informasi dari responden melalui bimbingan skripsi, sehingga data yang diterima dan diperoleh dapat diuji validitasnya.

Untuk mengetahui dan memahami jenis penelitian lebih banyak dapat lihat dalam https://www.youtube.com/channel/UCm8bBMRAZvKOiag6KdsKU5Q



Tags :

bm

bonarsitumorang

Pengajar Muda

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Bonar Situmorang
  • ????????????
  • Kec.Cilandak,Kota Jakarta Selatan
  • bonarsos@gmail.com
  • +62853-7028-9213