Maret 05, 2016

Analisa Gender ada Video The Impossible Dream



ANALISIS KETIDAKADILAN GENDER DALAM VIDEO “THE IMPOSSIBLE DREAM” DAN PERBANDINGANNYA DENGAN MASYARAKAT INDONESIA SERTA METODE ANALISA GENDER DENGAN PRA (PARTICIPATORY RURAL APRRAISAL)

PENDAHULUAN
Gambaran Umum
The Impossible Dream” adalah sebuah animasi yang diproduksi oleh United Nations (UN) pada tahun 1983 bersama dengan Dagmar Doubkova dari Kratkty Films, Cekoslovakia. Di dalam video ini tedapat satu keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, seorang anak perempuan juga laki-laki serta seorang bayi. Di dalam keluarga tersebut terlihat ketidakadilan gender yang terjadi pada sang ibu dan sang anak yang dilihat dari beban kerja yang dilakukan. Dimulai dari bangun pagi sang ibu sudah memasak untuk keluarga, membersihkan rumah, memperhatikan anak-anak, mempersiapkan perlengkapan kerja yang dibutuhkan sang ayah, yang kemudian dilanjutkan dengan mengantarkan anak-anak ke sekolah serta menitipkan bayi ke rumah neneknya, dilanjutkan dengan bekerja di perusahaan garmen sebagai penjahit dan setelah selesai bekerja melanjutkan aktivitasnya di sektor domestik. Begitupun sang anak perempuan yang tampak dalam video ikut membantu ibunya membersihkan rumah. Tidak halnya dengan anak laki-laki. Setelah selesai bekerja kemudian keluarga ini tidur. Dalam tidurnya ibu ini memikirkan sebuah kehidupan dimana sang ayah dan anak laki-laki ikut bekerja dalam sektor domestik seperti membantu memberisihkan rumah dan mengurus sang bayi.
Analisis Ketidakadilan Gender dalam Video “The Impossible Dream
Jenis ketidakadilan gender yang terdapat dalam video ini yaitu double burden atau beban kerja ganda. Double burden atau beban kerja ganda ialah bentuk diskriminasi gender dimana beban/ peran kerja yang diterima salah satu jenis kelamin lebih besar dibandingkan jenis kelamin lainnya. Perempuan memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat dan terus – menerus, terutama dalam mengurus rumah tangga.bagi perempuan di rumah mempunyai beban kerja lebih besar dari laki – laki. Sembilan puluh persen (90%) pekerjaan domestik/ rumah tangga dilakukan oleh perempuan, belum lagi jika di jumlahkan dengan pekerjaan di luar rumah. Sang ibu dalam animasi tersebut terlihat melakukan pekerjaan ganda baik di sektor domestik maupun publik. Ayah dalam video ini bekerja hanya di sektor publik dan tidak mau mengurusi dalam sektor domestik / rumah tangga. Tampak juga bahwa anak perempuan bekerja membantu ibunya dalam membersihkan rumah sedangkan anak laki-laki tidak bekerja.

Di Indonesia sendiri masih sangat jelas terlihat double burden ini. Indonesia berada di peringkat 108 dari 187 di tingkat global dalam hal Indeks Pembangunan Gender (IPG). IPG mengukur tingkat pencapaian dalam kemampuan dasar sama seperti IPM (Indeks Pembangunan Manusia), namun dengan memperhitungkan ketimpangan gender. Dengan berada di peringkat 108 berarti Indonesia dikategorikan di Medium Human Development, masih jauh daripada Malaysia yang berada di peringkat 62 dan di High Human Development serta Singapura yang berada di peringkat ke-9 di Very High Human Development. Hal ini berarti masyarakat Indonesia masih kurang akan kesadaran kesetaraan gender.
Metode Analisis Gender dengan PRA
Ada bermacam-macam metode analisis gender dengan PRA. Berikut ini beberapa analisis gender dengan PRA yang dipakai oleh IFAD untuk penduduk desa yang dominasi pekerjaan adalah petani.
1. Sumber pendapatan utama dan pengeluaran laki-laki dan perempuan
Dari kegiatan ini dapat diketahui pendapatan utama dari laki-laki dan perempuan darimana serta pengeluarannya lebih banyak dipakai untuk gender yang mana.
Caranya: Ajak partisipan 20 laki-laki dan 20 perempuan lalu buat tabel pendapatan serta pengeluaran. Perempuan menuliskan bagaimana cara mereka mendapatkan uang, begitu juga dengan laki-laki. Lalu perempuan meranking 5 daftar sumber pendapatan perempuan yang terpenting. Begitu juga sebaliknya. Lalu perempuan meranking 5 teratas pendapatan laki-laki yang menurut perempuan penting. Begitu juga sebaliknya serta cara yang sama dengan pengeluaran laki-laki dan perempuan.
2. Membuat kalender aktivitas musiman
Dari kegiatan ini dapat diketahui ketimpangan gender yang melakukan aktivitas musiman.
Caranya: Buat tabel yang berisi 12 bulan dan gender yang bertugas serta musim. Lalu di bagian musim buatlah musim hujan dan jalan rusak, tidak perlu diisi gender yang bertugas. Lalu diisi juga pekerjaan yang dilakukan seperti menjual hasil panen dan bahan pokok dan diisi apakah yang bekerja adalah perempuan atau laki-laki.
3. Kalender kas masuk dan kas keluar
Kegiatan ini merupakan tahap akhir dari kalender aktivitas musiman. Dari tahap ini dapat diketahui kas masuk dan kas keluar dari kegiatan apa saja dan gender mana yang memakainya.
4. Profil akses dan kontrol
Dengan analisis ini dapat diketahui apakah laki-laki atau perempuan yang memiliki akses dan kontrol yang lebih besar atau seimbang terhadap sumber daya. Sumber daya disini bisa apa saja yang bisa dimiliki dan digunakan oleh penduduk.
5. Tanggung jawab dari suami dan istri sebagai kepala rumah tangga
Dari kegiatan ini dapat dianalisis ketidakadilan gender yang terjadi dalam kepala rumah tangga.

Tags :

bonarsitumorang

  • Bonar Situmorang
  • Medan
  • Jakarta Selatan
  • bonarsos@gmail.com
  • +62853-7028-9213