Maret 24, 2017

Jenis - jenis Variabel


Penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif perlu memahami variabel-variabel dan jenis-jenisnya yang akan digunakan untuk membangun teori. Variabel merupakan fenomena yang dapat diukur atau diamati karena memiliki nilai atau ketegori. Dalam suatu hubungan antara variabel ditemukan berbagai jenis variabel. Memahami jenis-jenis variabel dalam hubungan antara variabel merupakan keharusan bagi peneliti dalam penelitian kuantitatif.

Dalam rancangan penelitian kuantitatif, variabel dapat dibedakan atau dikelompokkan berdasarkan dua ciri yaitu berdasarkan posisi urutan waktu (temporal order) dan berdasarkan ukuran. Pertama, kita akan bahas kelompok variabel berdasarkan posisi menurut urutan. Temporal order berarti bahwa variabel tersusun dalam satu susunan menurut waktu terjadinya "dari posisi kiri ke posisi kanan". Berdasarkan waktu terjadinya maka variabel dalam hubungan antara variabel diklasifikasi dalam lima tipe dasar yaitu variabel independen (independen variab/e), variabel dependen (dependent variable), variabel antara (intervening variable atau mediating variable), variabel moderati ng (moderatingvariable) atau variabel kontingensi (contingency variable) dan variabel kontrol(control variableT. Kedua, kita akan diskusikan kelompok utama variabel berdasarkan ukuran: variabel kualitatif dan kuantitatif; variabel kategorikal atau diskrit dan variabel kontinus; variabel dikotomi dan variabel politomi; variabel nominal, variabel ordinal, variabel interval, variabel rasio. Posisi masing-masing variabel akan tampak dengan jelas dalam penjelasan tentang tipe hubungan antarvariabel pada bab berikutnya; sedangkan variabel berdasarkan ukuran dibahas dalam bab pengukuran.

  1. Variabel Dependen
Baik variabel independen maupun variabel dependen dikategorikan sebagai dua variabel utama yang menjadi perhatian dalam inkuiri ilmiah (scientific inpuiry. Menurut Neuman, tidak selalu mudah untuk menentukan mana variabel independen dan mana variabel dependen. Untuk mengidentifikasi mana variabel independen dan variabel dependen dalam satu penelitian, dua pertanyaan dapat membantu.

Pertama, apakah hal itu datang sebelum variabel lain? Variabel independen harus hadir terlebih dahulu sebelum hadirnya jenis variabel lain. Kedua, jika dua variabel terjadi pada saat bersamaan, apakah satu variabel memiliki dampak terhadap variabel lain? Variabel independen memiliki dampak (memengaruhi) variabel lain.

Peneliti sering mengutarakan topik penelitian dan pertanyaan penelitian berhubungan dengan variabel dependen karena variabel dependen merupakan fenomena yang ingin dijelaskan. Variabel dependen merupakan representasi dari fenomena yang berusaha untuk dijelaskan atau diprediksi. Variabel dependen menjadi fokus utama penelitian kuantitatif. Dalam hubungan pengaruh, variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen. Oleh karena itu, variabel dependen atau terikat tergantung pada variabel independen atau bebas, la merupakan hasil dari pengaruh variabel bebas. Variabel dependen adalah variabel yang merespons perubahan dalam variabel independen. Runyon dan Haber mengatakan variabel dependen adalah:

an outcome of interest (e.g. some characteristics of behavior) that i s being observed and measured i n order to assesstbeeffects ofthe independent variabte"

Jika variabel independen ada, maka variabel dependen juga ada dan jika ada peningkatan (increase) dalam variabel independen mungkin akan terjadi suatu peningkatan atau penurunan (decrease) dalam variabel dependen. Jika terjadi perubahan nilai dalam variabel independen, maka perubahan nilai tersebut direspons secara positif atau negatif oleh variabel dependen. Variabel dependen adalah akibat yang dipradugakan, yang bervariasi mengikuti perubahan atau variasi variabel bebas.

Variabel dependen merupakan variabel yang menjadi perhatian utama untuk penelitian hubungan antara variabel. Topik-topik penelitian sering menekankan variabel dependen sebab variabel dependen adalah fenomena untuk dijelaskan. Tujuan peneliti adalah menjelaskan atau memprediksi variabilitas yang terjadi dalam variabel dependen dengan menggunakan variabel independen. Karena itu variabel dependen adalah variabel utama yang memberi peneliti satu isu semangat untuk menyelidiki. Melalui analisis tentang variabel dependen adalah mungkin menemukan jawaban atau solusi untuk masalah.

Jika variabel bebas adalah variabel yang dimanipulasikan dalam penelitian eksperimen, maka variabel terikat tidak dimanipulasi, tetapi diamati variasinya sebagai hasil yang dipradugakan berasal dari perubahan variabel bebas. Jadi variabel bebas ialah sebab yang dipandang sebagai sebab kemunculan variabel terikat yang dipandang (atau diduga) sebagai akibatnya.96 Dalam hubungan kausal, variabel dependen disebut sebagai variabel terikat, konsekuensi, akibat, terpengaruh, diprediksi, diramalkan, dan biasanya ditulis dengan simbol "Y".

  1. Variabel Independen
Variabel yang mendahului disebut variabel independen sedangkan variabel kemudian disebut variabel dependen. Oleh karena pengurutan berdasarkan waktu ini juga dapat dikatakan bahwa satu variab^ memengaruhi variabel lain. Ini terjadi dalam hubungan kausal. Dalam hubungan kausal, variabel independen atau bebas disebut sebagai anteseden, sebab, pengaruh, prediktor, kriterion, meramalkan, atau variabel "X", bahkan juga disebut variabel Eksperimental atau variabel eksplanatori. Menurut Ehio Cipani. 

The independent variable is the phenomenon that the researcher manipulates, and whose effect dh Student behavior or performance the researcher studies.'

Dalam hubungan antarvariabel maka variabel sebab berposisi pada sebelah kiri dan variabel akibat berposisi di sebelah kanan. Variabel yang berposisi di sebelah kiri disebut sebagai variabel independen atau bebas sedangkan variabel yang berposisi di sebelah kanan sesudah variabel independen disebut varialpl ffependen. Variabel independen merupakan representasi dari 'fenomena yang digunakan untuk menjelaskan atau memprediksi variabel dependen. Dalam ‘bubungan kausal, variabel independen merupakan variabel sebab (cause variable), atau Variabel yang mengondisikan terjadinya perubahan dalam variabel lain.

Haber mengatakan bahwa variabel independen merupakan satu variabel yang
"examined in order to determine its effects On an outcome of interest (the dependent variable”
. Adapun variabel dependen merupakan variabel akibat atau variabel yang dikondisikan oleh variabel lain. Baik variabel independen maupun variabel dependen dikategorikan sebagai intentional variables yaitu the variables that the researcher wants to examind.

  1. Variabel Intervining
Dalam satu hubungan, satu atau beberapa variabel dapat berhubungan secara langsung (directly) dengan variabel lainnya seperti variabel X berhubungan dengan variabel Y. Namun hubungan juga dapat tidak langsung (indirectly) atau melalui variabel lain. Dua variabel tampak saling berhubungan tetapi hubungan tersebut sebenarnya terjadi melalui atau diantarai oleh variabel lain. Variabej. yang mengantarai hubungan antara dua variabel disebut variabel antaram|fervening variable) atau variabel mediator (mediator variable) atau variabel mediasi mediating variable) yang dipresentasi dalam diagram kausal,oleh simbol Z. Menurut, Baron dan Kenny (1986) satu variabel dikonfirmasi sebagai satu variabel mediator jika (1) ada satu hubungan signifikan antara variabel independen dan variabel dependen, (2) ada satu hubungan signifikan antara variabel independen dan variabel mediator, (3) variabel mediator bahkan memrediksi variabel dependen setelah pengontrolan untuk variabel independen, dan (4) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen direduksi ketika mediator ada dalam persamaan. Jika hubungan antara variabel independen dan dependen menjadi kosong ketika mediator ada dalam persamaan, mediasi adalah dikatakan sempurna (atau penuh, atau lengkap, BAGAN 6,5b); jika -»hubungan dikurangi, tetapi tidak kosong, mediasi adalah dikatakan menjadi parsial (GAMBAR 6.5c)100
Variabel intervining menggambarkan satu tipe khusus dari variabel independen yang dipilih untuk dipelajari untuk menentukan jika variabel tersebut memengaruhi hubungan antara variabel independen utama dan variabel dependen. Variabel mediator merupakan konstruk melalui mana variabel Independen secara tidak langsung memengaruhi variabel dependen. Sekaran mengatakan, "An intervening variable is one that surfaces between the time the independent variables operate to influence the dependent variable and their impact on the dependent variable?' .101

Dalam perspektif lain dapat dikatakan, bahwa suatu variabel disebut variabel antara apabila—dengan, masuknya variabel tersebut—hubungan statistik yang semula tampak antara dua variabeHmbnjadi lemah atau bahkan lenyap. Itu terjadi karena sesungguhnya ada dirppnsi waktu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sebagaj contoh, variabel independen X memengaruhi variabel dependen Y tetapi pengaruh tersebut tidak langsung melainkan melalui variabel antara I, sehingga X memengaruhi I dan I memengaruhi Y, Jika X memengaruhi I dan I memengaruhi Y, maka X memengaruhi y, Dalam kasus ini I dinamakan sebagai intervening variable atau moderator variable. Menurun atau meningkatnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.ditentukian oleh hubungan variabel independen terhadap variabel intervening dan hubungan antara variabel intervening dengan variabel dependen. Variabel antara, karenanya, kadang-kadang menunjuk sebagai variabel pji (tesi variable).

  1. Variabel Moderating
Variabel moderating merupakan variabel yang menentukan atau memengaruhi kekuatan atau kelemahan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel moderator atau kontingensi merupakan variabel yang memiliki efek kontingen tcontingent effect) sehingga disebut variabel kontingensi atau efek moderator sehingga disebut variabel moderator.

The moderator
variable is defined as that factor which Is measured, manipulated or selected by the experimenter to discover whether it modifies the relationship of the independent variable to an observed phenomenon. The word moderator simply acknowledges the reason that this secondary independent variable has been singled out for study. If the experimenter is interested in studying the effect of independent variable X, and Y is altered by the level' of a third factor Z, then Z can be in the analysis as a moderator variable”
Variabel kontingensi, menentukan kuat atau lemahnya hubungan atau pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Jika kondisj variabel kontingensi tidak kondusif maka hubungan variabel independen dan variabel dependen akan lemah atau menurun dan sebalikny√° jika"

  1. Variabel Kontrol
Dalam pernyataan dan pengujian satu hipotesis kita mungkin ingin tahu tentang efek dari variabel lain dalam satu hubungan yang dihipotesiskan. Variabel yang dimaksud ialah variabel kontrol yaitu variabel yang memengaruhi variabel independen atau variabel dependen sehingga dapat mengubah hubungan antara kedua variabel tersebut. Variabe kontrol dipercaya berhubungan dengan variabel independen dan dependen. Dalam analisis hubungan antara variabel peneliti menggunakan variabel kontrol untuk memastikan ada atau tidak ada maupun kuat atau lemahnya hubungan antara variabel yang sedang dianalisis. Sebab itu variabel kontrol dapat dianggap sebagai variabel penguji dalam analisis hubungan antara variabel independen dan dependen. Peneliti perlu memerhatikan variabel kontrol dalam penelitiannya jika dari perhitungan statistik ternyata variabel tersebut mempunyai kaitan baik dengan variabel terpengaruh maupun dengan variabel pengaruh.

Variabel kontrol dalam analisis hubungan antarvariabel diperhatikan oleh peneliti sosial agar tidak menarik kesimpulan yang salah dari data yang dianalisis. Peneliti perlu memerhatikan variabel kontrol dalam penelitiannya jika dari perhitungan analisis statistik ternyata variabel tersebut mempunyai kaitan, baik dengan variabel dependen maupun dengan variabel dependen. Sedangkan untuk memilih atau menentukan variabel kontrol dari begitu banyak variabel yang mungkin memengaruhi hubungan antara variabel yang diamati dalam suatu penelitian dapat berpedoman pada akal sehat, teori dan hasil empiris dari penelitian lain.

Variabel kontrol dapat dibedakan atas variabel penekan (suppressor variableI dan variabel pengganggu (distorter variable). Disebut variabel penekan apabila dalam analisis awal ditemukan tidak tampak ada hubungan antara dua variabel, tetapi setelah variabel'ketiga sebagai variabel kontrol dimasukkan maka hubungan antara dua variabel tersebut menjadi tampak. Ini karena variabel kontrol tersebuti "menekan" sehingga tidak tampak hubungan antara dua variabel. Variabel ketiga yang menekan hubungan antara variabel disebut variabel penekan. Sebaliknya, hasil analisis penelitian terjadi kebalikan dari kondisi di atas, di mana semula tampak hubungan antara dua variabel, tetapi setelah variabel ketiga dimasukkan maka hubungan antara variabel yang semula tampak menjadi tidak tampak. Variabel kontrol seperti ini disebut variabel pengganggu (distorter variable), sebab) jika dimasukkan ia mengganggu hubungan yang tadinya tampak ada menjadi tidak tampak ada hubungan. Misalnya, dari hasil analisis awal dapat disimpulkan ada hubungan antara variabel X dan Y. Tetapi jilca hubungan antara X dikontrol olfik variabel ketiga atau Z, maka hubungan itu menjadi tidak tampak. Hubungan anta^ variabel X dan Y ada bila tidak diganggu oleh variabel Z.

Sumber: Silalahi, Ulber. 2015. Metode Penelitian Sosial Kuantitatif. Bandung: PT Refika Aditama






Tags :

bonarsitumorang

  • Bonar Situmorang
  • Medan
  • Jakarta Selatan
  • bonarsos@gmail.com
  • +62853-7028-9213