Maret 15, 2020

KAMI ADALAH GERAKAN



Kita adalah sebuah gerakan
Terdiridari tangan, kaki, juga pikiran
Lahir sepuluh tahun yang lalu di kota metropolitan
besar, tumbuh, dan berkembang di jengkal Tanah pertiwi, Indonesia!
Bukan hanya tentang sebuah nama, tapi  wajah negeri ini tak cukup diwakilkan dengan kesibukan dan hiruk pikuk kota,
Masa depan Nusa dan bangsa ini bukan hanya di sana, tapi sungguh hadir di sini.

Sekarang, optimiskah dikau masa depan Indonesia akan maju?
Hari ini, kita di depan bumi  pertiwi  ingin kukisahkan tentang


Guru - Guru SDN Haratai 3

Saya adalah optimis masa depan bangsa. Namaku Aspian, umurku 53 tahun, seorang Guru  di SDN Haratai 3. Aku di sini sudah 15 tahun mengajar. Tahu tidak? Setiap hari aku menempuh 66 Km untuk menghadirkan cita bangsa di sekolah.

Wajah keriput, langkahku kadang gemetar, namun aku antusias untuk memberi. Bukankah kita di sini sudah banyak menerim.  Untuk berbuat aku tidak pernah merasa ada kata cukup. Umur tidak jadi penghalang, untuk berani mengatakan "dimulai dari kita". aku ibu Tati, salah satu wajah Pendidikan.

Aku adalah gerak perubahan, 57 tahun sudah kusaksikan wajah Indonesia. Dari Pegunungan Meratus, seorang Kepala Sekolah, aku sungguh percaya, bahwa langkah kecil untuk sebuah kebesaran.



Sekarang! Bukankah kita yang akan melanjutkan itu semua.
aku yang  berdiri di sini. Muda dan berani, untuk turun tangan bangkitkan masa depan negeri.

Mengikuti arus hingga ujung muara
Tangan ini tidak kosong
Melekat kuat suatu harapan, seluas alam semesta

Terpaku pandangan pada uluran tangan yang menarikku  dari dasar air yang menenggelamkan
Buah tangan yang melekatpun bagai cahaya yang menuntun dan menarik menjadi lengan yang sama



Ya cahaya itu ada di depanku sekarang
Menatapku lembut dan mengisyaratkan mereka yakin dan ingin

Sekarang ada aku, kamu
Tapi bagaimana dengan mereka?
Angin bertiup kencang, matahari enggan menunjukkan senyumannya,
Kesunyian hanya terpecah oleh derasnya air, gelapnya malam menjadi tantangan yang cukup berarti
Terus bagaimana cahaya itu bisa kita bagikan?
Kawan, jangan biarkan aku menggenggam ini sendiri
Karena ku tau, langkahku kuat karena kalian kawan
Meski alam semesta tidak selalu berpihak, namun kita harus bergandengan tangan menumbuhkan akar untuk membangunkan alam semesta lainnya yang sedang tertidur untuk mencapai cita bersama.

Cita itu tidak lahir dari ego dalam diri
Gemilang cita karena cinta untuk mengubah semesta menjadi lebih baik
Seperti akar yang merambat mengikat air dan tumbuh menjadi individu yang baru
Saling bersahutan untuk menggenggam tangan dan mengangkat cita
Cita itu tumbuh dari mana saja yang bergema dilangit yang sama


Aku menemukanmu yang menjadikan aku tak lagi asing
Ku bagikan apa yang ku bawa sebagai tanda terimakasih
Ku rasakan hangatnya genggaman tangan itu, yang dulu hanya aku, kamu tapi sekarang merekapun ada
Semua terjadi nyata bukan hanya sekedar fiksi atau mimpi


Aku melihat banyaknya cita-cita lainnya dari senyuman malaikat kecil
Dari mereka aku belajar, melebur diri menjadi bagian dari kehidupan kumpulan ini
Aku asing, tapi itu dulu
Sekarang aku bagian dari keluarga yang citaku di dengar dan bisa membantu untuk bersama-sama mencapainya.
Hari ini, besok, lusa, mari kita jaga kehangatan ini. Untuk bergerak bersama, bahwa masa depan itu sungguhlah ada.


Tags :

bonarsitumorang

  • Bonar Situmorang
  • Medan
  • Jakarta Selatan
  • bonarsos@gmail.com
  • +62853-7028-9213