Oktober 09, 2020

Menjadi Pengajar Muda

Ada yang mengatakan bahwa “pengalaman tak bisa dibeli.” Kalimat ini memang benar adanya. Setelah menjalani satu satu tahun menjadi Pengajar Muda (PM) dari Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar IM). Perkenalkan Bonar Situmorang Pengajar Muda XVIII penempatan Desa Haratai, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Masa penugasan Agustus 2019 – Agustus 2020. Alasan memilih menjadi Pengajar Muda bisa dibaca di sini https://indonesiamengajar.org/pengajar-muda/bonar-situmorang-

Satu tahun bertugas menjadi sebagai Pengajar Muda di penempatan ini, membuka wawasanku beberapa hal: pertama, fakta pendidikan di Indonesia. Setahun menjadi relawan Gerakan Indonesia Mengajar membuatku lebih paham dalam melihat potensi dan  tantangan pendidikan di Indonesia. Semangat setiap elemen pendidikan, menjadi kunci keberhasilan memajukan pendidikan. Kolaborasi, inisiatif, apresiasi, dan reflektif menjadi kata kunci yang kutemukan selama bertugas di sini.

Kedua, mengenal aspek budaya masyarakat Dayak. Satu tahun tinggal di Kalimantan Selatan mulai  dari beradaptasi – hidup bersama membawaku kepada satu kesempatan mengenal budaya baru. Secara khusus mengenal nilai budaya Dayak Meratus Kalimantan Selatan. Satu tahun terlalu singkat untuk mengatakan “paham” dengan budaya ini. Tetapi setidaknya aku bisa melihat kearifan lokal di sana, misalnya, tradisi upacara kepercayaan Kaharingan, cara bercocok tanam padi, baaroh (pesta panen), bahrago dan lain sebagainya. Ini akan menjadi catatan hidup yang tak akan pernah terlupakan. Salah satu bentuk ketulusan yang kurasakan selama hidup bersama masyarakat Dayak bisa dibaca di sini https://www.bonarsitumorang.com/2020/02/cerita-ketulusan-tentang-mereka.html

Ketiga, belajar lagi. Kesempatan menjadi Pengajar Muda membuatku lebih banyak menemukan wadah belajar.  Belajar kepemimpinan di “akar rumput”, belajar dari alam, lingkungan, dan orang-orang di sekitar. Tak cukup satu – dua – tiga tahun untuk belajar, tetapi seumur hidup. Bosan belajar berarti bosan membentuk diri. Cerita belajar dan arti menjadi Pengajar Muda bisa dibaca di sini https://www.bonarsitumorang.com/2020/07/arti-menjadi-pengajar-muda.html

Tiga hal ini menjadi “oleh-oleh” yang tak ternilai harganya setelah aku pulang dari Bumi Antaluddin. Bersama teman-teman satu penempatan, kami mengabadikan momen satu tahun ini ke dalam sebuah buku yang berjudul “Menembus Batas, Meniti Mimpi.” Buku ini terbit Agustus 2020. Banyak catatan hidup yang tak bisa dipindahkan ke kertas atau catatan digital ini, kemajuan teknologi tak bisa merekam setiap momen di sana. Intinya menjadi Pengajar Muda itu kesempatan mengenal diri dan mengenal Indonesia. 



Bonar Situmorang

PMXVIII Penempatan Desa Haratai


 

Tags :

bonarsitumorang

  • Bonar Situmorang
  • Medan
  • Jakarta Selatan
  • bonarsos@gmail.com
  • +62852-6969-9009