Oktober 27, 2020

Karakteristik dan Cara Berpikir Tipe Orang Stickler

Pernah bertemu dengan orang-orang stickler. Pernah satu tim dengan orang stickler. Mungkin pernah, tapi belum sadar bahwa orang yang kita temui tersebut adalah ciri orang stickler. Mungkin dalam satu kondisi atau dalam satu tim kamu juga pernah bertemu dengan orang seperti ini. Seperti apa tipe orang seperti ini?


Pengertian stickler adalah orang yang perfeksionisme dan kebutuhan berlebih akan ketertiban dan keteraturan.  Orang dengan tipe seperti ini memiliki cara kerja yang harus sempurna. Cenderung melakukan sesuatu dengan cara yang benar sesuai dengan prosedur yang berlaku.  

Karakteristik orang seperti ini adalah orang yang tepat waktu, metodis, perfeksionis, lekas jengkel, tegang, pendirian keras, sarkastis, kristis terhadap diri sendiri dan orang lain. Biasanya orang seperti ini memiliki karakteristik untuk mengendalikan dan menahan diri. Terbiasa melakukan kerja keras dan bekerja lembur untuk mengompensasikan kecerobohan orang lain dan sangat sensitif kepada orang lain.  Tipe seperti ini sangat penduli dengan kualitas kerja, tapi terkadang mengorbankan orang lain dalam pekerjaan tersebut.

Pikiran orang seperti ini benar adalah benar dan salah adalah salah. Mengetahui cara yang benar. Bila tidak melakukan dengan sempurna, dia tidak akan melakukan sama sekali. Lebih terorganisasi dan metodis/aturan daripada orang lain agar segalanya dapat terlaksana dengan baik. Benci dengan kesalahan.

Perasaan orang seperti ini adalah frustrasi dan kekecewaan yang terus-menerus terhadap diri sendiri serta orang lain karena tidak memenuhi standar tinggi. Khawatir bahwa orang lain akan mengacaukan ketertiban dan keseimbangan yang sudah ada. Kesan sarkatis dan merasa benar sendiri. Serta ada amarah dan frustrasi yang menekan dirinya.

Pembenaran diri merasa bahwa yang dilakukan adalah kewajiban. Memutuskan untuk memperbaiki kekacauan apa pun yang ditemui. Menurutnya perfeksionisme itu baik, perfeksionisme itu membuat dirinya semakin baik. Melakukan sesuatu harus dimulai dengan melihat apakah yang dilakukan itu benar atau salah. Sehingga orang seperti ini akan memilih cara yang benar menurutnya.

Dampak terhadap Diri Sendiri dan Orang lain menyebabkan kekakuan dan mengurangi keluwesan dalam menangani beberapa kondisi yang ingin diubah dan berbagai gaya orang lain. Bisa memunculkan depresi yang berkelanjutan. Kemungkinan akan melakukan kesalahan, kegelisahan, keraguan terhadap diri sendiri, yang merasa dirinya terus menerus dikritik, pasrah terhadap orang lain.

Tags :

bonarsitumorang

  • Bonar Situmorang
  • Medan
  • Jakarta Selatan
  • bonarsos@gmail.com
  • +62852-6969-9009