Oktober 27, 2020

Karakteristik dan Cara Berpikir Tipe Orang Stickler

Karakteristik dan Cara Berpikir Tipe Orang Stickler

Pernah bertemu dengan orang-orang stickler. Pernah satu tim dengan orang stickler. Mungkin pernah, tapi belum sadar bahwa orang yang kita temui tersebut adalah ciri orang stickler. Mungkin dalam satu kondisi atau dalam satu tim kamu juga pernah bertemu dengan orang seperti ini. Seperti apa tipe orang seperti ini?


Pengertian stickler adalah orang yang perfeksionisme dan kebutuhan berlebih akan ketertiban dan keteraturan.  Orang dengan tipe seperti ini memiliki cara kerja yang harus sempurna. Cenderung melakukan sesuatu dengan cara yang benar sesuai dengan prosedur yang berlaku.  

Karakteristik orang seperti ini adalah orang yang tepat waktu, metodis, perfeksionis, lekas jengkel, tegang, pendirian keras, sarkastis, kristis terhadap diri sendiri dan orang lain. Biasanya orang seperti ini memiliki karakteristik untuk mengendalikan dan menahan diri. Terbiasa melakukan kerja keras dan bekerja lembur untuk mengompensasikan kecerobohan orang lain dan sangat sensitif kepada orang lain.  Tipe seperti ini sangat penduli dengan kualitas kerja, tapi terkadang mengorbankan orang lain dalam pekerjaan tersebut.

Pikiran orang seperti ini benar adalah benar dan salah adalah salah. Mengetahui cara yang benar. Bila tidak melakukan dengan sempurna, dia tidak akan melakukan sama sekali. Lebih terorganisasi dan metodis/aturan daripada orang lain agar segalanya dapat terlaksana dengan baik. Benci dengan kesalahan.

Perasaan orang seperti ini adalah frustrasi dan kekecewaan yang terus-menerus terhadap diri sendiri serta orang lain karena tidak memenuhi standar tinggi. Khawatir bahwa orang lain akan mengacaukan ketertiban dan keseimbangan yang sudah ada. Kesan sarkatis dan merasa benar sendiri. Serta ada amarah dan frustrasi yang menekan dirinya.

Pembenaran diri merasa bahwa yang dilakukan adalah kewajiban. Memutuskan untuk memperbaiki kekacauan apa pun yang ditemui. Menurutnya perfeksionisme itu baik, perfeksionisme itu membuat dirinya semakin baik. Melakukan sesuatu harus dimulai dengan melihat apakah yang dilakukan itu benar atau salah. Sehingga orang seperti ini akan memilih cara yang benar menurutnya.

Dampak terhadap Diri Sendiri dan Orang lain menyebabkan kekakuan dan mengurangi keluwesan dalam menangani beberapa kondisi yang ingin diubah dan berbagai gaya orang lain. Bisa memunculkan depresi yang berkelanjutan. Kemungkinan akan melakukan kesalahan, kegelisahan, keraguan terhadap diri sendiri, yang merasa dirinya terus menerus dikritik, pasrah terhadap orang lain.

Oktober 07, 2020

Lima Unsur Kepemimpinan

Lima Unsur Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan suatu peran dan tugas yang diambil seseorang dalam melakukan sebuah pekerjaan. Pengertian kepemimpinan bisa dibagi ke dalam dua jenis, pertama kepemimpinan dalam konteks struktural, kedua kepemimpinan dalam konteks non-stuktural. Kepemimpinan konteks struktural tersebut terikat pada pembidangan kerja dan struktur pada birokrasi. Pada jenis ini, pemimpin dibedakan kepada tiga jenjang yaitu pemimpin tertinggi, pemimpin puncak, dan pemimpin tingkat teredah. Sedangkan kepemimpinan dalam konteks non-struktural tidak terikat pada struktur yang pasti dan statis. Dalam konteks non-struktural seperti ini seorang pemimpin dipiliih dan diangkat oleh anggotanya karena sesutu. Jadi singkatnya kepemimpinan non-struktural dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi pikiran, perasaan, tingkah laku, dan mengarahkan semua fasilitasi secara bersama-sama.



Kepemimpinan tentu memiliki unsur-unsur. Baik kepemimpinan struktural atau non-sturktural. Di bawah ini akan dijelaskan apa saja unsur-unsur dari kepemimpinan.

·       Adanya pemimpin

Fungsi dari pemimpin ini adalah untuk memimpin. Jika dalam sebuah organisasi tidak memiliki pemimpin yang jelas maka otomatis itu tidak baik dalam kepemimpinannya. Pemimpin di sini bisa dipilih dan diangkat oleh anggotanya. Metode-metode memilih pemimpin itu berbeda-beda sesuai dengan konteks organisasinya.

·       Adanya orang lain yang dipimpin

Jika dalam organisasi tidak ada anggota otomatis tidak ada juga orang yang dipimpin. Ibarat sebuah negera, anggota inilah disebut masyarakatnya. Tentu sebuah organisasi yang baik memiliki anggotanya yang baik juga.

·       Adanya sebuah kegiatan menggerakkan orang lain.

Unsur ini menjadi salah satu tugas dari seorang pemimpin. Adanya mengarahkan gerakan, perasaan, dan tingkah laku dari organisasi.

·       Adanya tujuan yang hendak dicapai.

Pada unsur ini organisasi yang memiliki tujuan yang dirumuskan secara sistematis. Tujuan ini juga menjadi arah daripada sebuah kepemimpinan.

·       Berlangsung berupa proses di dalam, baik kecil atau besar.

Kelima unsur kepemimpinan tersebut haruslah dimiliki sebuah organisasi. Saah satu saja dari lima unsur itu tidak dijalankan dengan baik dan lengkap, bisa dikatakan organisasi tersebut tidak sehat. Semakin baik kepemimpinan dan unsur-unsur yang di dalamnya tentu juga akan membawa pengaruh yang baik kepada orang-orang yang ada di dalamnya, terutama tujuan yang ingin dicapai.

Berpikir Efektif dalam Menetapkan Keputusan

Berpikir Efektif dalam Menetapkan Keputusan

Berpikir adalah salah satu anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Diantara begitu banyak ciptaan-Nya, hanya manusialah makhluk hidup diberikan kemampuan untuk berpikir. Setiap manusia tentu melakukan proses berpikir setiap hari, entah itu berpikir tentang aktifitas yang sedang dia lakukan, tujuan yang ingin dia dicapai, atau memikirkan sebuah keputusan yang terbaik ke depannya.

Proses berpikir ini tidak bisa dilihat seracara langsung. Karena memang pikiran tidak dapat dilihat. Namun bisa dipastikan bahwa kualitas berpikir tergantung pengalaman yang sudah dijalani. Seorang pemimpin tentu akan tidak ambil pusing sebuah keputusan. Jika pengalaman sudah banyak dilakukan dalam mengambil keputusana. Sebaliknya, jika seseorang belum bisa ambil keputusan tentu ini akan menjadi sebuah kondisi yang buruk bagi orang-orang yang sedang dipimpinnya atau dirinya sendiri.             

Nah, proses berpikir yang efektif adalah proses mempertimbangkan, membandingkan, beberapa kondisi yang benar-benar harus dipilih. Hasil dari pertimbangan tersebut akan muncul yang dinamakan komitmen pribadi. Jika sesuatu pertimbangan sudah matang dipikirkan maka komitmen pribadi menjadi jawaban atas segala proses pemikiran. Jika seseorang mengiyakan berarti akan ada suatu komitmen pribadi untuk dilakukan. Jika menolak, berarti ada celah untuk tidak melakukan atau menghentikan sesuatu. Inilah dua hal yang berbeda.

Proses berpikir dalam diri seseorang dapat dibedakan menjadi dua:

1.

Berpikir intra-personal

Proses ini dilakukan dalam psikis seseorang, berpikir dengan dirinya sendiri. Artinya di dalam proses ini tidak melibatkan orang lain. Cara berpikir ini tidak menghasilkan campur tangan terhadap orang lain.

2.

Berpikir inter-personal

Proses ini berlangsung dengan psikis seseorang, yang bisa berhubungan dengan orang lain dan ada akibat terhadap orang lain. Adanya dialog dengan orang lain menjadi ciri khas dalam proses berpikir di sini. Komitmen ini dilakukan dengan orang lain dan disaksikan oleh orang lain juga.

 Kepemimpinan yang efektif, bilamana ada masukan berupa umpan balik terhadap sesuatu kondisi akan digunakan untuk memanfaatkan ambil keputusan.  Seseorang sejatinya bisa menggunakan dua metode dalam mengambil keputusan, yakni intra-personal dan inter-personal. Di samping mengambil keputusan yang terbaik, tentu gagasan dan ide-ide yang cemerlang akan turut serta membantu.  

Selain itu diharapkan ada data yang bisa dijadikan sebagai acuan. Setelah mendapatkan data, maka seseorang diperlukan kemampuan menyaring data infomasi, baik berupa informasi dan masalah-masalah yang dihadapi.  Seseorang yang menghasilkan suatu keputusan yang baik berangkat dari pengalaman-pengalaman yang sudah dihadapi.

 


Oktober 05, 2020

Lima Jenis Fungsi Pemimpin, Kamu Dominan yang Mana?

Lima Jenis Fungsi Pemimpin, Kamu Dominan yang Mana?

Kamu tentu pernah berhadapan dengan seorang pemimpin. Mulai dari ruang paling kecil, dalam keluarga misalnya, seorang pemimpin sangat dibutuhkan. Bisa seorang ayah atau ibu. Di sekolah, kamu punya pemimpin juga. Kepala sekolah, guru, ketua kelas, atau bahkan teman gengmu sendiri punya seseorang yang kamu anggap pemimpin. Belum lagi ketika berhadapan dengan dunia kerja, kamu tentu punya seorang pemimpin. Dan ruang lebih luas lagi seperti negara bahkan dunia juga memiliki pemimpin. Fungsi setiap pemimpin itu berbeda-beda dan tergantung di mana dan kapan dia memimpin.

Namun secara umum, seorang pemimpin akan memiliki cara kepemimpinan yang berbeda.  Faktanya kepemimpinan akan efektif jika itu dilakukan sesuai dengan fungsi. Fungsi dari kepemimpinan itu akan berhubungan langsung dengan situasi yang dipimpin. Seorang pemimpin yang dapat mengambil keputusan dengan tepat, seluruh anggota akan merasakan sebuah tanggung jawab bersama. Dimensi dalam kepemimpinan itu ada dua, pertama dimensi yang berkenan dengan tingkat kemampuan mengarahkan, kedua dimensi tingkat dukungan. Keterlibatan dalam setiap pekerjaan dan keputusan dari seluruh anggota menjadi salah satu tolok ukur kepemimpinan.

Dalam tulisan ini akan menjelaskan ada lima fungsi kepemimpinan, antara lain: 


Fungsi Instruktif

Fungsi ini pengertiannya adalah fungsi untuk mengambil keputusan dengan cara memerintahkan kepada anggota. Fungsi ini akan disebut sebagai sebuah kemampuan untuk mewujudkan  menjadi sebuah pesan. Dalam kepemimpinan diperlukan cara juga memerintah orang lain dan mampu memotivasi orang lain agar juga melakukan apa yang dia perintahkan. Pemimpin sebagai pemegang komunikasi di sini, harus memastikan pesan yang disampaikan tersebut.

Fungsi Partisipatif

Fungsi ini bukan hanya sekedar ikut serta dalam sebuah kepemimpinan, tetapi pemimpin diharapkan mampu menggerakkan seluruh anggota. Komunikasi ini akan berkembang jika seorang pemimpin mampu menjalin komunikasi para anggotanya. Gagasan, ide, dan pertukaran informasi sangat diharapkan dalam fungsi ini. pemimpin tidak hanya mampu membuat keputusan, tetapi juga mampu menggerakkan anggota dan setiap elemen yang ada di dalam strukturnya.

Fungsi Konsultatif

Kalau fungsi ini juga sudah sering kita dengar, fungsi ini diharapkan para pemimpin dapat memberikan keputusan, penilaian, dan feed back kepada orang yang dipimpinnya. Konsultasi ini dapat dilakukan dengan dua arahnya kepada orang yang dipimpinnya dan menetapkan perintah pelaksanaanya. Dalam fungsi konsultasi ini pemimpin juga bisa menggunakan ini sebagai wadah untiuk menerima tanggapan, saran, atau masukan dari anggotanya untuk perbaikan dan peningkatan kualitas program yang sedang dilaksanakan.

Fungsi Delegasi

Seorang pemimpin diharapkan bisa memberikan manfaat kepada anggotanya dari segi diligasi. Fungsi ini diharapkan dilakukan untuk membangun suasana kerja yang efektif dan efisian. Seorang pemimpin yang mampu memberikan delegasi kepada para anggotanya akan dapat mempengaruhi kualitas kinerja. Ini juga diperlukanj atas perkembangan setiap tekonologi dan perubahan sosial yang terjadi dalam setiap waktu. Seorang yang menerima delegasi itu sebaiknya dapat mengerjakan dan memegang itu agar mendapatkan sebuah kepercayaan dari seorang pemimpin.

Fungsi Pengendalian

Fungsi yang terakhir ini dapat dilihat denga memanfaatkan kekuasaan. Biasanya fungsi ini dilakukan satu arah, karena memang menjadi tanggung jawab dan peran seorang pemimpin. Pengendalian itu dilakukan dalam setiap program yang dilaksanakan. Dengan melakukan kegiatan ini berarti pemimpin berusaha mencegah terjadinya kekeliruan, kesalahan, dan kekurangan program. Koordinasi yang baik antar lini akan memberikan pengendalian yang baik dari pemimpin. Fungsi pengendalian ini diharapkan mampu memberikan kontrol terhadap volume kerja dan beban kerja yang dimiliki oleh pemimpin. Pengendalian ini dapat dilakukan secara langsung dan dapat dilakukan secara tidak langsung. Jika langsung, pemimpin dengan hadir dan langsung memberikan perhatian kepada kondisi yang dilihat. Pengendalian secara tidak langsung dapat dilakukan dengan jarak jauh. Dengan menerima laporan atas program yang dilaksanakan.

Lima fungsi kepemimpinan di atas sudah mencakup seluruh tingkat fungs kepemimpina. Keberhasilan seorang pemimpin melakukan fungsinya dapat dilihat dari hasil kerja dari seluruh anggotanya. Pemimpin tidak melakukan sendiri fungsi ini, akan tetapi bisa melakukannya dengan bentuk lain dan menggunakan kekuasaanya mempengaruhi anggotanya. Seorang pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang dapat melakukan perannya sesuai dengan fungsinya.

 

 


Oktober 02, 2020

Evaluasi Sebuah Program, Caranya?

Evaluasi Sebuah Program, Caranya?

Siapa yang tak pernah mendengar kata evaluasi? Pasti setiap orang pernah mendengar kata tersebut. Di sekolah, di kampus, di dunia kerja, bahkan di kehidupan sehari-hari. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, evaluasi artinya penilaiaan sehingga dapat mengetahui hasil tertentu.

Juli 21, 2020

INGAT! ENAM HAL INI  TAK PERNAH CUKUP DIMILIKI

INGAT! ENAM HAL INI TAK PERNAH CUKUP DIMILIKI

“Catatan untuk memperluas dampak terhadap oranglain. Memperluas penerimaan diri. memperluas ruang syukur. Serta mampu meraih enam hal ini untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi”



Ada begitu banyak hal yang dapat kita jadikan bahan perbandingan tentang diri sendiri kepada orang lain. Bisa mengenai fisik, keahlian, harta, atau apa pun yang berhubungan dengan kepemilikan kita. Sepintas membandingankan kepemilikan diri sendiri dengan orang lain memang tidak berpengaruh negative terhadap diri sendiri. Namun, jika membandingkan diri terhadap orang lain, dalam bentuk apa pun itu, dilakukan secara terus menerus tentu akan berbahaya.

Kodrat manusia sejatinya adalah ingin memiliki banyak hal. Kesehatan, harta, pendidikan, atau apa yang bisa disebut sebagai penentu status orang lain. Bahayanya jika yang kita memiliki selalu dibandingkan dengan oranglain tentu akan mempersempit ruang syukur. Akan berbahaya jika kita menjadi pribadi yang ingin dan ingin dan tak pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki.

Dalam tulisan ini saya akan mencoba menjelaskan tentang enam hal yang tak pernah cukup dimiliki.


Time (Waktu)

Betapa sering kita mendengar orang-orang berkata, “maaf, saya tidak dapat menghadiri kegiatan hari ini”. Atau “maaf saya tidak bisa ikut, karena saya sibuk.” Waktu bagi semua orang merupakan sebuah konstanta yang tidak akan berubah. Setiap hari orang diberikan 24 jam untuk mengisi setiap kegiatan-kegiatan yang ada. Waktu tidak akan pernah cukup untuk melakukan segala sesuatu, apalagi ketika kita akan membandingkan waktu yang kita miliki dengan oranglain. Bukan cara yang baik untuk menikmati dan menjalani kehidupan.

Padahal sesungguhnya waktu itu tergantung bagaimana kita membagi waktu. Agar terhindar dari kesalahan dalam menggunakan waktu, di bawah ini saya memberikan sedikit bagaimana tips agar bisa memanfaatkan waktu dengan cukup, yaitu:

  • 1.     Rencanakan hari-hari kamu dan pekerjaan kamu,
  • 2.    Buatlah cek-list agar kamu tidak ‘lupa’,
  • 3.    Sisakan waktu secukupnya untuk merenungi disetiap kegiatan yang kamu lakukan,
  • 4.    Disiplin dengan apa yang kamu lakukan.


Uang (Money)

Salah satu kebutuhan saat ini yang dikejar oleh manusia adalah uang. Tak ada satu pun manusia di dunia ini yang tak ingin memiliki uang. Setiap orang bekerja untuk mendapatkan uang. Karena uang adalah alat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.





Jika kepemilikan uang dijadikan sebagai tolok ukur kesuksesan tentu kondisi itu akan menjadi bahan perbandingan kepada orang lain. Padahal yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkan kepemilikan uang yang kita miliki untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Berikut di bawah ini ada beberapa tip yang dapat dijadikan untuk mengatur keuangan kamu:

  1. Buatlah daftar kebutuhanmu pada setiap akhir bulan berjalan,
  2. Buatlah daftar uang masuk setiap bulannya,
  3. Usahakan tidak mencicil barang yang bersifat komsumsin,
  4. Jangan menggunakan kartu kredit secara berlebihan,
  5. Menabung adalah kebiasaan yang sangat baik,
  6. Asuransi adalah menabung untuk menjaga keluarga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.


Akal (Brain, Knowledge, Creativity, Innovativeness)

Alam pikiran tidak akan ada habisnya. Manusia sejatinya selalu memiliki akal, pengetahuan, kreatifitas, dan inovasi. Ini salah satu asset non-materi yang sangat berharga. Tentu setiap manusia akan dengan mudah membandingkan dirinya dengan orang lain tentang kemampuan ini. Jaman serba tuntutan ini mewajibkan setiap individu untuk mampu menciptakan sesuatu dari akal.

Manusia memiliki otak yang kecil tetapi dapat diisi dengan berbagai macam pikiran. Dari kemampuan itu seseorang dapat menciptakan segala sesuatu. Seperti yang dapat dilihat saat ini. Pengetahuan selalu diperbaharui, sehingga muncullah ilmu pengetahuan.

Ada pengetahuan yang penting untuk dikuasai yaitu skill. Jaman sekarang seseorang yang ingin mendapatkan penghasilan mesti memiliki skill. Baik komunikasi, kemampuan beradaptasi, kerja dengan standart yang tinggi, dan lain sebagainya. Semua skill tersebut dimiliki asalnya dari pengetahuan, kreatifitas, dan inovasi.


Hati (Heart)


Setiap manusia dianugerahi Tuhan untuk merasakan melalui hati. Bisa rasa sedih, khawatir, marah, semangat, bertekad, atau lainnya. Rasa bisa tercipta karena beberapa kondisi. Rasa bisa berasal dari interaksi dengan orang lain, bisa respon terhadap kondisi, bahkan bisa tercipta karena situasi-situasi yang tidak direncanakan dan diduga.

Sayangnya di samping sering “kurang akal’ kita juga sering “kurang rasa” terhadap situasi diri kita maupun orang lain. Kita sering tidak merasa bahwa kita sudah salah menempatkan diri. Merasa lebih tinggi dari orang lain merasa lebih mampu dari orang lain.

Ada beberapa point yang dapat dijadikan untuk menciptakan sebuah rasa yang bisa dinikmati dari dalam diri, tanpa harus membandingkan dengan oraglain. Ada pun beberapa poin itu adalah:

1.     Motivasi untuk dorongan bertindak,

2.    Kerahaman untuk keberanian dalam bertindak,

3.    Kesabaran dalam bertindak,

4.    Kejujuran dalam bertindak,

5.    Kepercayaan dalam bertindak,

6.    Tekad dalam bertindak,

7.    Empati terhadap lingkungan sekitar.


Kesehatan (Health)

Berbicara tentang Kesehatan selalu berhubungan dengan kondisi fisik atau non-fisik. Kondisi fisik seseorang dapat dikatakan lebih baik jika tanpa penyakit. Namun, jarang sekali ditemukan seseorang tanpa penyakit. Karena memang penyakit tidak bisa ditebak kapan akan datang dan di mana akan datang.

Kondisi fisik manusia selalu berbeda dengan yang lainnya. Bisa karena bawaan lahir atau pun karena kondisi-kondisi tertentu. Namun, manusia bisa menjaga kesehatannya dengan memaksimalkan pola hidup yang sehat dan diterapakn dalam kehidupan sehari-hari.

Di samping Kesehatan fisik diperlukan juga Kesehatan rohani. Ini menjadi sebuah asupan penting. Tanpa Kesehatan rohani tidak akan ada yang Namanya Kesehatan fisik. Dari kedua hal tersebut, manusia dapat menerima energi untuk melakukan segala tindakan. Mampu menciptkan keterampilan dalam menjalankan proses kehidupan. Selain itu dapat juga menjadi Langkah untuk meningkatkan kesuksesan.

Semua ini tidak ada pernah kata cukup. Sehingga perlu untuk membuat suatu kesepakatan di dalam diri bahwa Kesehatan adalah pusat dari proses hidup. Jika tidak sehat, ibarat seluruh asset yang kita miliki tidak akan dapat dimaksimalka.


Ibadah

Sesungguhnya dalam kehidupan manusia diminta untuk melakukan ibadah. Ketaatan manusia dapat dilihat dari kesungguhan untuk melakukan ibadah. Dengan ibadah kita dapat mensyukuri segala hal yang ada dalam diri. Sehingga sebagai ciptaan Allah, kita mampu mensyukuri hidup sebagaimana mestinya.

Ibadah bagaikan pagar sebuah rumah yang akan menjaga kita dari segala gangguan dan ketidakmampuan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Ibadah tidak ada kata cukupnya, sebaiknya dilakukan dengan terus menerus. Untuk bahagia di masa sekarang dan masa akhirat yang kita akan tidak pernah tahu.

 

 

 

 


Mei 06, 2020

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVER MENGGUNAKAN SWOT (PENGERTIAN DAN CONTOH)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVER MENGGUNAKAN SWOT (PENGERTIAN DAN CONTOH)


What It’s SWOT?

Untuk merencanakan sesuatu tentu kita harus punya sesuatu. Rencana tersebut tidak dilihat dari besar kecilnya saja. Akan tetapi dapat diambil cara pandang bahwa, rencana tergantung dari sudah kita melihatnya. Sebuah rencana yang besar menurut seseorang belum tentu rencana besar menurut orang lain. Sebaliknya juga, rencana yang kecil bagi kita belum tentu juga rencana yang kecil bagi orang lain. Dalam hal ini diperlukan sebuah pemahaman dari kita sendiri terhadap rencana yang kita buat.


Rencana juga bisa dalam jangka waktu yang berbeda. Misalnya, bisa rencana janga panjang, menengah, atau rencanan jangka pendek. Rencana dengan menggunakan waktu seperti apapun, tentu kita harus puny acara atau strategi dalam melakukannya. Sehingga, cara/metode/strategi ini dapat dijadikan sebagai sebuah panduan untuk melangkah.

Manfaat Analisis SWOT

Tercapainya sebuah rencana tentu memerlukan komitmen yang besar untuk melakukannya. Seseorang yang sudah mendefenisikan sesuatu yang ingin diraih, tentu ada rencana yang akan dibutuhkan di dalamnya. Setelah tersusun rencana itu maka diambilkan sebuah rencana tindak lanjut. Nah, di dalam artikel ini saya akan memberikan salah satu metode yang dipakai untuk menganalisis sebuah rencana, yaitu SWOT.

SWOT itu adalah sebuah metode perencanaan strategis yang dapat digunakan untuk mengevaluasi strengths (kekuatan), weaknes (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman). Metode perencanaan ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan problem solver diri sendiri bahkan sebuah lembaga.

Di bawah ini saya akan memberikan contoh penyusunan sebuah rencana menggunakan analisis SWOT. Pada contoh pertama, saya menguraikan bagaiamana kita merencanakan Self Improvement. Nah, pada contoh tersebut bisa digunakan untuk peningkatan kompetensi diri. Jika kamu ingin meningkatkan sebuah kompetensi dirimu, tentukan terlebih dahulu kompetensi apa yang ingin kamu capai. Misalnya kompetensi communication. Berarti secara otomatis kamu harus menyusun strategi untuk mencapai kemampuan yang handal tentang komunikasi. Di bawah ini saya menjelaskan contoh sebuah rencana yang masih umum saja. 

Contoh Perencanaan SWOT  untuk Peningkatan Self Improvement


Kekuatan
Kelemahan
Peluang
Ancaman
Secara fisik saya sehat untuk lebih survive lagi melakukan sesuatu
Saya kurang bisa mengontrol diri untuk tidak marah terhadap orang yang tidak bekerja dengan sunguh - sungguh
Orang di sekeliling saya masih sering memberikan tanggapan, saran, dan feedback ketika saya marah
Jangan sampai orang lain memutus hubungan interaksi dengan saya karena tingkah laku saya yang kurang baik
Saya masih muda dan masih bisa belajar sebanyak mungkin
Saya masih belum bisa membagi waktu sebaik mungkin untuk mencapai sebuah target
Saya tahu sebuah metode  strategi untuk mencapai sebuah target, yaitu metode SMART
Saya harus benar bisa membagi waktu belajar dengan waktu kerja.
Saya senang belajar dan meng-upgrade diri baik dari media daring atau ofline.
Saya tidak memiliki banyak uang untuk membeli atau membayar latihan yang berbayar
Saya bisa lebih hemat untuk tidak belanja barang yang tidak berguna dan saya bisa bekerja atau mencari duit dengan lebih sungguh - sungguh
Pendatapan saya yang tidak menentu.

Setelah menggunakan SWOT untuk perencanaan sendiri. Seperti yang saya sampaikan di atas tadi, bahwa SWOT juga dapat digunakan untuk sebuah company, organisasi, atau pun lembaga. Nah, di bawah ini saya memberikan contoh tentang bagaimana sebuah perusahaan dapat meningkatkan profitnya lebih besar. Di bawah saya sudah menjelaskan ada 3 untuk setiap kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman.

2.    Contoh Perencanaan Mengunakan SWOT untuk Sebuah Lembaga
Meningkatkan Laba PT. Bonar
Kekuatan
Kelemahan
Peluang
Ancaman
Memiliki keunggulan cost leadership yang tinggi dibandingkan dengan perusahaan sejenis
Masih dalam proses membangun SDM , system IT, dan government
Memiliki 2 cabang perusahaan di daerah yang strategis
Kurangnya kepercayaan public terhadap produk
Memiliki investment committee yang menilai langkah investasi
Business practice masih di Jakarta saja, belum termasuk di dua tempat cabang
Memiliki investasi di bidang tenaga kerja yang berkompeten
Penjualan barang yang tidak bisa dijamin
Bekerja sama dengan pemerintah dalam menjalankan produksi dan distribusi barang
Kualitas produk yang masih perlu untuk ditingkatkan
Memiliki mesin yang cukup canggih untuk menjamin kualitas barang
Distribusi barang kepada konsumen yang masih rendah. Karena pasar belum dapat dikuasai sepenuhnya.

Semoga tulisan ini dapat membantu pembaca untuk meraih sebuah tujuan yang diinginkan. Perlu saya sampaikan bahwa perlu sekali untuk menyusun sebuah rencana untuk meraih sesuatu. Apalagi rencana yang besar memerlukan rencana yang besar juga. Sebagai apapun profesimu sekarang, SWOT ini dapat kamu gunakan.

Mei 04, 2020

CONTOH MENYUSUN TEKNIS LOMBA OLIMPIADE - SEMINAR

CONTOH MENYUSUN TEKNIS LOMBA OLIMPIADE - SEMINAR


Babak Semi Final

  1. Setiap tim yang lolos seleksi essay wajib mengkonfirmasi kehadiran dan mengirimkan bahan presesentasi dalam bentuk power point sebelum tanggal (.......................) pukul WIB (.......................).
  2. Bahan presentasi (power point) dikirimkan ke email (.......................)
  3. Pada babak semifinal, peserta akan mengikuti ujian tulis yang terdiri dari ujian uraian (essay test) sebanyak 2 (dua) butir soal dan 50 (lima puluh) butir soal pilihan berganda.
  4. Soal uraian (essay test) dikerjakan di kertas kosong yang disediakan panitia dengan menggunakan ballpoint warna hitam. Waktu penyelesaian soal uraian (essay test) ialah sebanyak 30 menit.
  5. Soal pilihan berganda dikerjakan dengan menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) yang mana perlengkapan ujian seperti pensil 2B, penghapus, rautan, pulpen dan papan ujian dipersiapkan sendiri oleh peserta. Waktu penyelesaian soal pilihan berganda ialah sebanyak 90 menit.
  6. Sistem penilaian pilihan berganda yakni benar +4, salah -1, kosong 0.
  7. Nama yang dicantumkan di lembar jawaban adalah nama ketua tim.
  8. Ujian tulis berlangsung dengan sistem diskusi sesama anggota tim.
  9. Peserta tidak diperkenankan bekerja sama dengan tim lain dari sekolah masing-masing, tidak diperkenankan menyontek dan menggunakan alat komunikasi seperti HP dan kalkulator selama ujian berlangsung.
  10. Untuk menentukan 10 (sepuluh) peserta yang akan lolos ke babak semifinal, nilai essay akan diakumulasikan dengan nilai ujian tulis. Jumlah nilai maksimal ialah 330 (essay 100+Uraian 30+Pilihan Berganda 200).
  11. Keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diganggu gugat.
  12. Peserta disarankan mengikuti/menyukai akun media sosial panitia dan membuat postingan serta menandai (tag) nama akun (baik facebook maupun instagram). Buat foto anda semenarik mungkin terkait olimpiade lalu tandai akun media sosial panitia. Foto terbaik akan diberikan hadiah pada saat acara puncak. Lampirkan media sosial (.......................)
  13. Babak Final
  14. Peserta yang lolos ke babak final adalah 10 (sepuluh) peserta dengan akumulasi nilai tertinggi pada babak essay dan ujian tulis.
  15. Sepuluh finalis akan mempresentasikan essay di hadapan 3 (tiga) orang dewan juri.
  16. Essay yang dipresentasikan ialah essay yang telah dikirimkan sebelumnya dalam bentuk power point.
  17. Peserta yang tidak mengirimkan bahan presentasi pada saat registrasi ulang tidak dapat mempresentasikan essay dalam bentuk power point. Presentasi dilakukan dengan cara konvensional.
  18. Waktu presentasi bagi setiap tim ialah 10 menit yang terdiri dari 7 (tujuh) menit presentasi dan 3 (tiga) menit tanya jawab.
  19. Setiap peserta harus melakukan registrasi selambat-lambatnya pukul (......................)
  20. Setiap peserta harus mengenakan pakaian sekolah lengkap dengan atribut seperti dasi dan papan nama.
  21. Setiap peserta akan mendapatkan kupon makanan yang diberikan pada saat peserta melakukan registrasi.

Indikator penilaian babak final (presentasi essay) ialah sebagai berikut:


No
Indikator Penilaian
Bobot
Skor


1
Pemaparan
Sistematika penyajian dan isi
10

Penggunaan bahasa yang baku
5

Cara dan sikap presentasi
10

Ketepatan waktu
5

Jumlah


2
Gagasan
Kreativitas gagasan (keunikan, manfaat, dan dampak)
25

Kelayakan implementasi
15

Jumlah


3
Diskusi
Tingkat pemahaman gagasan
20

Kerjasama tim
10

Jumlah


Total Nilai
100


Guru Pembimbing

  1. Setiap sekolah wajib didampingi oleh 1 (satu) orang guru pembimbing. Sekolah yang menyertakan lebih dari 1 (satu) orang guru pembimbing harus memilih salah satu diantara beberapa orang guru tersebut untuk diutus menjadi guru pembimbing. Apabila terdapat sekolah yang mengirimkan lebih dari 1 (satu) orang guru pembimbing, maka guru tersebut tidak menjadi tanggungjawab panitia.
  2. Workshop guru akan dilaksakan di (.............................)
  3. Setiap guru pembimbing akan diberangkatkan ke lokasi workshop menggunakan (.......................)
  4. Setiap guru pembimbing akan mendapatkan fasilitas seperti : sertifikat, makan siang, snack, seminar kit dan hadiah buku 3 (tiga) set bagi 3 (tiga) orang guru dengan kategori peserta terbaik sesuai dengan penilaian panitia.
  5. Workhsop akan terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu sesi I pemaparan materi oleh pembicara dilanjutkan dengan tanya jawab. Sesi II, peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mendiskusikan sebuah kasus yang sesuai dengan topik workshop.
  6. Setiap tim akan mempresentasikan hasil diskusi di hadapan pembicara sekaligus bertindak sebagai dewan juri yang akan menilai hasil diskusi.
  7. Presentasi terbaik akan mendapatkan hadiah dari panitia.
  8. Setiap peserta workshop wajib menjaga kebersihan dan keamanan ruangan pelaksanaan.