Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, Februari 22, 2020

MASA MUDA : BAGAI POHON YANG BERBUAH

Seseorang pernah mengatakan begini, “Kamu tidak dapat berpikir salah tapi berbuat benar, dan Kamu tidak dapat berpikir benar tapi berbuat salah”. Ini sesuatu pepatah dalam kehidupan sehari hari yang pernah kita dengar. Bagaimana dalam kehidupan itu dimulai dari sebuah pemikiran yang benar. Ada enam hal yang tak pernah cukup dalam hidup menurut Gunadi Gethol dalam bukunya Six things U Don,t Have Enough..? disebut sebagai Management Miracle Series Waktu, Uang, Akal/Pikiran, Hati/Rasa, Kesehatan, dan Ibadah

Dalam kehidupan bersama, semua orang akan dihadapkan dengan sebuah pemikiran. Walau pemikiran yang baik atau buruk. Itu sebuah pilihan. Kehidupan yang serba “tuntutan” jaman sekarang menuntut orang untuk segera berpikir dan ambil tindakan. Jika dalam satu detik kita telat berpikir, maka akan banyak tindakan yang terlambat.
Kota Tua, Jakarta
Firman Tuhan yang disampaikan oleh Paulus melalui jemaat Galatia. Tetapi buah roh ialah: kasih, sukacita, damai, sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada satu hukum yang akan menantang semua buah roh itu (Galatia 5:22-23). Inilah mistar kehidupan yang akan mengukur sejauh mana makna dan tindakan hidup yang kita lakukan di dalam nama Yesus Kristus dan Roh Kudus.

Secara manusiawi, semua daftar buah – buah roh tadi memang menuntut kita menjadi makhluk yang sempurna. Membuat pertanyaan di dalam diri kita, apakah itu bisa kita lakukan di jaman modern ini? Apakah benar juga seorang muda harus menguasai diri dalam kasih, sukacita, damai, sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,  kelemahlembutan, penguasaan diri.

Citra Diri Masa Muda Menurut Alkitab

Apakah Alkitab tidak tahu bahwa, masa muda dihantui oleh kecemasan, kekhawatiran, masalah, kegagalan, putus asa, amarah, dendam, benci, dan lain sebagainya, dan lain sebagainya. Apakah juga ayat ini tidak melihat bahwa hidup sekarang penuh dengan persaingan, dipenuhi dengan ketidakpastian, dikelilingi oleh orang – orang yang tidak mendukung, kondisi sosial dan ekonomi yang sulit, mempunyai hubungan yang tidak baik antarsesama, pekerjaan yang sulit, gaji yang sedikit, perkelahian, pembunuhan, pencurian, dan lain – lain. Kadang itu menjadi pikiran, bahwa dunia pada jaman dulu lebih mudah dibandingkan dunia yang sekarang. Semua ini dialami pemuda saat ini. Bahkan lebih dari ini. Ayat ini tidak mengetahui kondisi jaman sekarang.

Tentu saja hal ini TIDAK BENAR. Dalam jaman penulisan ayat ini, Paulus menghadapi situasi dan orang – orang pada saat itu jauh lebih sulit dibandingkan dengan sekarang. Meskipun demikian, Paulus tidak menyerah untuk mengilhami Firman Allah, agar keturunan Adam dan Hawa dipenuhi dengan dengan kasih. Bagaimanapun kondisi, kita telah diingatkan untuk tetap memberikan buah roh kepada oranglain di manapun dan kapanpun.
Cara Meng Upgrade Diri Melalui Pikiran yang Benar
Orang Yang Bersalah Kepadaku
Apa yang Mereka Lakukan
Aku Memutuskan Mengampuni Mereka
XXX
YYY
ZZZ





Yesus dalam perumpamaan-Nya mengatakan bahwa kualitas sebuah pohon bisa dilihat dari buahnya. Dengan cara yang sama kita akan mengenal sebuah pohon dari buahnya juga. Dalam bahasa universalnya, pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik; pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik juga”. Isi ayat ini dapat kita baca dan dalami melalui Matius 7:15-18,

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam-Ku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa . . . . dalam hal ini Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid – murid-Ku.

Pemikiran Baik – Tindakan yang Baik

Pemikiran yang baik akan juga menghasilalkan buah yang baik juga. Pemikiran yang baik akan muncul ketika kita memilih menjadi pohon yang mempunyai buah dan bisa dinikmati oleh orang – orang yang ada di sekitar kita. Ketika kita terputus dengan itu semua, tidak mungkin kita bisa menyatu dalam Roh Kudus. Ketika kita dicangkokkan menjadi bagian dari Pokok Anggur, berarti kita sudah menjadi bagian dari pemikiran yang baik. Tinggal bagaimana langkah – langkah yang kita ambil menjadi wajah dan rupa Roh Kudus di dalam diri kita.
Batas – batas berpikir yang benar
Benar, mulia, adil, suci, manis, enak dengar, kebajikan, kebaikan, syukur, dan lain sebainya.
Buah Roh; kasih, sukacita, damai sejahtera, kebenaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.


Ketika kita sudah menganggap bahwa, diri kita sudah mengambil diri sebagai pohon yang diberkati oleh Tuhan. Maka tantangan kita adalah untuk berbuah lebih hebat. Jenis buah yang dihasilkan tentu berbagai macam. Menghasilkan buah dalam kehidupan menjadi bukti nyata bahwa Roh Kudus bekerja dalam diri kita. Mulai dari pikiran yang baik menjadi tindakan yang baik juga. Juga dari pohon yang baik menghasilkan buah yang baik juga. Semakin kita banyak belajar untuk menjadi pohon, juga semakin banyak tantangan yang kita hadapi.

Di bawah ini saya berikan contoh untuk mendisiplinkan diri tentang cara berpikir:

Contoh
Pola Pikiran/Keadaan yang Dialami
Senin
Aku berpikir bagaimana si Bonar memperlakukanku di depan publik. Menasehatiku di hadapan banyak orang. Tentu ini bukan sebuah tindakan yang benar, masa dia beraninya memberikan aku statement seperti itu ...
Selasa
Oh, ternyata begitu. Selama ini aku sudah berbuat baik dengan dia. Ini baru saja aku minta tolong, masa dia ga bisa bantu. Padahal dia punya waktu untuk membantuku, kali ini aku memilih . . . .
Dst
 Dst


Inilah kunci masa muda untuk menjadi lebih bermakna dan bermanfaat bagi sesama. Tentu dimulai dari sebuah pikiran yang benar. Pikiran yang benar bersumber dari Alkitab dan akan dibuktikan melalui tindakan. Hingga masa muda kita mampu menghasilkan buah yang baik untuk sesama kita.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot