-->

Januari 22, 2021

Memahami Pengertian Sekte, Sekularisasi, dan Sentimen dalam Sosiologi

Sekte

Sekte adalah kelompok religius eksklusif, sukarela, dan berskala kecil, yang meminta kesetiaan total dari pengikutnya dan menekankan keterpisahannya dari dan penolakannya terhadap masyarakat. Banyak perdebatan mengenai karakteristik dan variasi sub-tipe sekte yang telah diidentifikasi dan diteliti oleh ahli Sosiologi, tetapi ‘tipologi sekte gereja” tetap menjadi fokus utama Sosiologi Agama.

Sumber foto: https://www.cis.org.au/events/?category=acton-lecture


Dijelaskan bahwa setiap sekte sukses dalam merekrut anggota lalu bertumbuh besar dan kompleks, mereka cenderung menyerupai denominasi, yang merupakan titik tengah kontinum antara gereja-sekte. Suatu denominasi merupakan organisasi religius dengan keanggotaan sukarela, toleransi yang bersifat doktrinal, dan pendekatan profesional.

Sekularisasi

Sumber foto: https://www.calonmastah.com/2019/02/pengertian-dan-pendapat-sekularisme.html

Sekularisasi semulanya berarti peralihan kekuasaan dari gereja pada negara, tetapi dalam penggunaannya kini istilah itu menandai penolakan agama dalam masyarakat. Dalam Sosiologi istilah ini dijelaskan dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Dengan diferensiasi sosial menjadi wilayah-wilayah yang lebih khusus, agam menjadi salah satu dari sekian banyak institusi yang melayani pengikutnya. Oleh karena itu, sekularisasi merupakan pembatasan wilayah otoritas agama. Fundamentalisme sering kali dianggap merepresentasikan sebuah usaha untuk menghambat pembatasan otoritas agama ini.
  2. Rasionalisasi yaitu pengikisan otoritas keyakinan agama dan pemuka (ahli agama, misalnya ulama, pendeta). Penjelasan ini diasosiasikan dengan arti kekecewaan Weber. Meskipun diakui tentang adanya pengaruh sains dalam kehidupan sosial, banyak riset kini menunjukkan bahwa takhayul dan kepercayaan magis masih tetap tinggi dalam masyarakat yang maju.
  3. Sekularisasi dihubungkan juga dengan modernisasi, sering kali dikombinasikan antara diferensiasi dan rasionalisasi yang merupakan sebuah gugus proses yang menekankan individualisme, demokrasi politik, nilai-nilai liberal, dan norma efisiensi dan pertumbuhan ekonomi. Karena modernisasi mengikis tradisi, sekularisasi juga memotong fondasi sosial ekonomi dan komunal yang mendukung agama.
  4. Sekularisasi boleh jadi merupakan transformasi agama ketika agama menyesuaikan kondisi sosial yang baru. Misalnya ahli Durkheim menyatakan bahwa agama adalah transformasi, Thomas Luckman berargumen bahwa masyarakat modern mempunyai “agama yang tersembunyi,”  mewujud dalam kepercayaan-kepercayaan mengenai fenomena spiritual yang tidak penting dalam agama Kristen atau bukan merupakan unsur agama formal.

Sentimen

Konsep sentimen memiliki dua makna, yaitu: 

Sumber foto: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/

  1. Sentimen merupakan emosi-emosi yang terpola  secara kultural – emosi marah berhubungan dengan sentimen penghinaan.
  2. Di dalam teori pertukaran interaksi antara individu di dalam kelompok sosial menciptakan sentimen kolektif mengenai loyalitas, persahabatan, akulturisme, kesetiaan kepada kelompok, yang pada gilirannya memperkuat norma-norma umum. Sentimen bukanlah perasaan internal dan subjektif, tetapi merupakan tanda jelas, dan bisa diteliti, mengenai solidaritas antar individu yang muncul dalam interaksi. Akan tetapi kedua perspektif itu, betapa pun berbeda, memperlakukan sentimen sebagai ciri esensial dalam pertukaran sosial.

Tags :

bonarsitumorang

  • Bonar Situmorang
  • Medan
  • Jakarta Selatan
  • bonarsos@gmail.com
  • +62852-6969-9009