Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Selasa, Agustus 28, 2018

Fungsi Custom Tables dan Compare Means dalam SPSS


C
ustom tables mempunyai fungsi untuk menyusun berbagai tabel dalam kegiatan analisis data. Menu tabel tersebut memiliki dua sub menu, yaitu:

Custom tables, yaitu submenu dari tables yang berfungsi sebagai pembuat table sesuai keinganan peneliti.

Multiple response sets yaitu sub menu dari tabel yang berfungsi sebagai perespons dengan kemungkinan jawaban 2 atau lebih.

Selanjutnya ada compare means yang berfungsi untuk menganalisis perbandingan rata – rata (mean) antara variabel yang satu dengan variabel yang lain. Comapre means merupakan salah satu sub menu dari menu analyze.  Variabel yang merupakan sesuatu yang dapat diukur dan memiliki indikator tertentu, maka sebuah penelitian yang menghasilkan data dapat dilihat perbandingan rata – ratanya antar variabel yang satu dengan variabel yang lain. Adapun sub menu daripada compare mean adalah:
Custom table dan compare mean


v  Means berfungsi untuk melakukan analisis uji beda rata – rata atau lebih antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent).

v  One sample T – Test yang berfungsi untuk mengetahui nilai t dari satu sampel, sekaligus dapat mengetahui nilai signifikansi dari nilai t tersebut.

v  Independent sample T – Test yang berfungsi untuk mengetahui perbedaan rata – rata atau lebih baik untuk sampel yang saling bebas (independent), sekaligus dapat mengetahui apakah perbedaan tersebut signifikan. Jadi independent sample t – test merupakan analisis untuk sampel bebas.

v  Paired Sample – Test yaitu salah satu sub menu dari compare mean yang berfungsi untuk sampel penelitian yang berpasangan atau dalam bahasa Inggris disebut paired. Selain itu, uji analisis ini dapat mengetahui apakah perbedaan tersebut signifikan atau tidak.

v  One – Way ANOVA yang berfungsi untuk mengetahui perbedaan pada tiga atau lebih sampel (multivariat), baik itu variabel bebas secara paralel, sekaligus dapat mengetahui apakah perbedaan tersebut signifikan atau tidak.

Nah, sebelum memakai uji analisis ini seorang peneliti terlebih dahulu membuat hipotesis penelitian. Sehingga saat menggunakan uji analisis ini dapat memberikan hasil yang dapat dimengerti. Karena uji analisis ini hanya alat bukan “otak” dari penelitian kita. Jika dasarnya kita tidak tahu, maka dengan menggunakan uji analisis apapun tidak akan bermanfaat jika teori dan metode penelitian tidak kita ketahui. Mudah – mudahan bermanfaat. Jangan lupa share.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot