Juli 21, 2020

INGAT! ENAM HAL INI TAK PERNAH CUKUP DIMILIKI

“Catatan untuk memperluas dampak terhadap oranglain. Memperluas penerimaan diri. memperluas ruang syukur. Serta mampu meraih enam hal ini untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi”



Ada begitu banyak hal yang dapat kita jadikan bahan perbandingan tentang diri sendiri kepada orang lain. Bisa mengenai fisik, keahlian, harta, atau apa pun yang berhubungan dengan kepemilikan kita. Sepintas membandingankan kepemilikan diri sendiri dengan orang lain memang tidak berpengaruh negative terhadap diri sendiri. Namun, jika membandingkan diri terhadap orang lain, dalam bentuk apa pun itu, dilakukan secara terus menerus tentu akan berbahaya.

Kodrat manusia sejatinya adalah ingin memiliki banyak hal. Kesehatan, harta, pendidikan, atau apa yang bisa disebut sebagai penentu status orang lain. Bahayanya jika yang kita memiliki selalu dibandingkan dengan oranglain tentu akan mempersempit ruang syukur. Akan berbahaya jika kita menjadi pribadi yang ingin dan ingin dan tak pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki.

Dalam tulisan ini saya akan mencoba menjelaskan tentang enam hal yang tak pernah cukup dimiliki.


Time (Waktu)

Betapa sering kita mendengar orang-orang berkata, “maaf, saya tidak dapat menghadiri kegiatan hari ini”. Atau “maaf saya tidak bisa ikut, karena saya sibuk.” Waktu bagi semua orang merupakan sebuah konstanta yang tidak akan berubah. Setiap hari orang diberikan 24 jam untuk mengisi setiap kegiatan-kegiatan yang ada. Waktu tidak akan pernah cukup untuk melakukan segala sesuatu, apalagi ketika kita akan membandingkan waktu yang kita miliki dengan oranglain. Bukan cara yang baik untuk menikmati dan menjalani kehidupan.

Padahal sesungguhnya waktu itu tergantung bagaimana kita membagi waktu. Agar terhindar dari kesalahan dalam menggunakan waktu, di bawah ini saya memberikan sedikit bagaimana tips agar bisa memanfaatkan waktu dengan cukup, yaitu:

  • 1.     Rencanakan hari-hari kamu dan pekerjaan kamu,
  • 2.    Buatlah cek-list agar kamu tidak ‘lupa’,
  • 3.    Sisakan waktu secukupnya untuk merenungi disetiap kegiatan yang kamu lakukan,
  • 4.    Disiplin dengan apa yang kamu lakukan.


Uang (Money)

Salah satu kebutuhan saat ini yang dikejar oleh manusia adalah uang. Tak ada satu pun manusia di dunia ini yang tak ingin memiliki uang. Setiap orang bekerja untuk mendapatkan uang. Karena uang adalah alat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.





Jika kepemilikan uang dijadikan sebagai tolok ukur kesuksesan tentu kondisi itu akan menjadi bahan perbandingan kepada orang lain. Padahal yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkan kepemilikan uang yang kita miliki untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Berikut di bawah ini ada beberapa tip yang dapat dijadikan untuk mengatur keuangan kamu:

  1. Buatlah daftar kebutuhanmu pada setiap akhir bulan berjalan,
  2. Buatlah daftar uang masuk setiap bulannya,
  3. Usahakan tidak mencicil barang yang bersifat komsumsin,
  4. Jangan menggunakan kartu kredit secara berlebihan,
  5. Menabung adalah kebiasaan yang sangat baik,
  6. Asuransi adalah menabung untuk menjaga keluarga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.


Akal (Brain, Knowledge, Creativity, Innovativeness)

Alam pikiran tidak akan ada habisnya. Manusia sejatinya selalu memiliki akal, pengetahuan, kreatifitas, dan inovasi. Ini salah satu asset non-materi yang sangat berharga. Tentu setiap manusia akan dengan mudah membandingkan dirinya dengan orang lain tentang kemampuan ini. Jaman serba tuntutan ini mewajibkan setiap individu untuk mampu menciptakan sesuatu dari akal.

Manusia memiliki otak yang kecil tetapi dapat diisi dengan berbagai macam pikiran. Dari kemampuan itu seseorang dapat menciptakan segala sesuatu. Seperti yang dapat dilihat saat ini. Pengetahuan selalu diperbaharui, sehingga muncullah ilmu pengetahuan.

Ada pengetahuan yang penting untuk dikuasai yaitu skill. Jaman sekarang seseorang yang ingin mendapatkan penghasilan mesti memiliki skill. Baik komunikasi, kemampuan beradaptasi, kerja dengan standart yang tinggi, dan lain sebagainya. Semua skill tersebut dimiliki asalnya dari pengetahuan, kreatifitas, dan inovasi.


Hati (Heart)


Setiap manusia dianugerahi Tuhan untuk merasakan melalui hati. Bisa rasa sedih, khawatir, marah, semangat, bertekad, atau lainnya. Rasa bisa tercipta karena beberapa kondisi. Rasa bisa berasal dari interaksi dengan orang lain, bisa respon terhadap kondisi, bahkan bisa tercipta karena situasi-situasi yang tidak direncanakan dan diduga.

Sayangnya di samping sering “kurang akal’ kita juga sering “kurang rasa” terhadap situasi diri kita maupun orang lain. Kita sering tidak merasa bahwa kita sudah salah menempatkan diri. Merasa lebih tinggi dari orang lain merasa lebih mampu dari orang lain.

Ada beberapa point yang dapat dijadikan untuk menciptakan sebuah rasa yang bisa dinikmati dari dalam diri, tanpa harus membandingkan dengan oraglain. Ada pun beberapa poin itu adalah:

1.     Motivasi untuk dorongan bertindak,

2.    Kerahaman untuk keberanian dalam bertindak,

3.    Kesabaran dalam bertindak,

4.    Kejujuran dalam bertindak,

5.    Kepercayaan dalam bertindak,

6.    Tekad dalam bertindak,

7.    Empati terhadap lingkungan sekitar.


Kesehatan (Health)

Berbicara tentang Kesehatan selalu berhubungan dengan kondisi fisik atau non-fisik. Kondisi fisik seseorang dapat dikatakan lebih baik jika tanpa penyakit. Namun, jarang sekali ditemukan seseorang tanpa penyakit. Karena memang penyakit tidak bisa ditebak kapan akan datang dan di mana akan datang.

Kondisi fisik manusia selalu berbeda dengan yang lainnya. Bisa karena bawaan lahir atau pun karena kondisi-kondisi tertentu. Namun, manusia bisa menjaga kesehatannya dengan memaksimalkan pola hidup yang sehat dan diterapakn dalam kehidupan sehari-hari.

Di samping Kesehatan fisik diperlukan juga Kesehatan rohani. Ini menjadi sebuah asupan penting. Tanpa Kesehatan rohani tidak akan ada yang Namanya Kesehatan fisik. Dari kedua hal tersebut, manusia dapat menerima energi untuk melakukan segala tindakan. Mampu menciptkan keterampilan dalam menjalankan proses kehidupan. Selain itu dapat juga menjadi Langkah untuk meningkatkan kesuksesan.

Semua ini tidak ada pernah kata cukup. Sehingga perlu untuk membuat suatu kesepakatan di dalam diri bahwa Kesehatan adalah pusat dari proses hidup. Jika tidak sehat, ibarat seluruh asset yang kita miliki tidak akan dapat dimaksimalka.


Ibadah

Sesungguhnya dalam kehidupan manusia diminta untuk melakukan ibadah. Ketaatan manusia dapat dilihat dari kesungguhan untuk melakukan ibadah. Dengan ibadah kita dapat mensyukuri segala hal yang ada dalam diri. Sehingga sebagai ciptaan Allah, kita mampu mensyukuri hidup sebagaimana mestinya.

Ibadah bagaikan pagar sebuah rumah yang akan menjaga kita dari segala gangguan dan ketidakmampuan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Ibadah tidak ada kata cukupnya, sebaiknya dilakukan dengan terus menerus. Untuk bahagia di masa sekarang dan masa akhirat yang kita akan tidak pernah tahu.

 

 

 

 


Tags :

bonarsitumorang

  • Bonar Situmorang
  • Medan
  • Jakarta Selatan
  • bonarsos@gmail.com
  • +62853-7028-9213