Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, Januari 21, 2017

Essai Emile Dukheim Tentang Suiciade (Bunuh Diri)

Seram

Tradisi sosiologi utama menurunkan gagasan dari teori salah seorang tokoh sosiologi yang terkenal, yaitu Emile Durkheim bahwa tingkat bunuh diri dan beragam konteks sosial itu saling berkaitan. Bunuh diri pada dasarnya merupakan berkaitan langsung dengan integrasi dan tingkat integrasi yang semakin besar akan meningkatkan jumlah bunuh diri.

            Keadaan “luar” dan “paksaan”

            Gagasan yang dikemukakan dalam suiciade merupakan suatu bentuk yang luar biasa kuatnya mengenai kegunaan konsepsi Durkheim tentang metodologi Sosiologi. Durkheim mengungkapakan suatu pendirian fundamental yang mendasari bunuh diri sebagai berikut:
Setiap saat peraturan moral dari masyarakat membuat sejumlah kematiaan sukarela. Oeh karenya sebagai setiap masyarkat ada sesuatu kekuatan sejumlah sumber daya tertentu, secara kolektif yang memaksa orang untuk menghancurkan dirinya sendiri. Tindakan-tindakan si korban, yang semula tampak sebagai pengungkapan semata-mata dari watak pribadinya, sebetulnya adalah pelengkap dari suatu kondisi sosial, yang dipertunjukkan melalui tindakan-tindakan tersebut.

            Hal ini tidak berarti, menurut Durkheim selanjutnya bahwa psikologi tidak relevan untuk menjelaskan apa itu bunuh diri, sumbangan yang wajar dari psikologi ialah untuk meneliti motif-motifdan keadaan tertentu, yang mendorong pribadi-pribadi orang tertentu, bilaman mereka disudutkan pada keadaan sosial yang relevan (misalnya dalam keadaan anonim) untuk melakukan bunuh diri. Walaupun pandangan-pandangan metodologi Durkheim dikemukakan secra sistematis di dalam The Rules of Sociology Method, namun dia menganggap pendekatan yang didokumentasikan di dalam karya itu sebagai berasal dari studi yang substansif yang diungkapkan dalam The Division of Labour dan di dalam suciade.

            Tema daripada the rules ialah bahwa sikap subjek dari masalah sosiologiharus dijelaskan, dan di bidang penelitian harus bisa dijelaskan, dan harus ditentukan dengan batas-batasnya. Durkheim berulang kali menekankan di dalam tulisannya bahwa sosiologi itu sebagian besar tetap merupakan suatu disiplin “filsafat” yang terdiri dari sejumlah generalisasi heterogen yang mencakup segala aspek serta yang lebih bertumpu paada lebih pada aturan-aturan a priori daripada studi empiris yang sistematis. Sosiologi, menurut Durkheim dalam bukunya Suciade, masih di dalam taraf membangun dari sintetis filsafat. Daripada berusaha untuk menyoroti sebagian dari bidang sosial.

            Disiplin ini tampak jelas sedikit banyak Smenaruh perhatian tentang manusia dan masyarakat, akan tetapi kategori dari apa yang sosial itu sering digunakan secara yang tidak mengikat. Dan secara jelasnya menurut Durkheim, yang mengikat itu adalah fakta sosial.

Sumber: Rangkuman Buku Kapitalisme dan Teori Sosial Modern: Suatu Analisis karya tulis Marx, Durkheim, dan Max Weber. Karangan Anthony Giddens

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot